Australia Siap Kembangkan Jasa Transportasi Modern di Maluku

oleh -560 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Investor asal Australia, Tasageoby Group, perusahaan penyedia jasa transportasi modern, siap mengembangkan pesawat WIG (Wing in Ground) Craft di Provinsi Maluku. 

Dalam pertemuan bersama Gubernur Maluku, di Ambon, Chief Executive Officer (CEO) Stuart Janes  menyebutkan, sarana transportasi yang akan dioperasikan Tasageoby Group melalui anak perusahaan Air Maluku adalah WIG (Wing In Ground) Craft yang diproduksi oleh Perusahaan ARON di Korea Selatan. 

“Kapal WIG adalah kapal multimodal yang dalam mode operasional utamanya, dapat terbang melalui efek bantalan udara yang bekerja pada sayap di atas permukaan air, tanpa kontak konstan dengan permukaan, dan didukung di udara terutama oleh daya angkat aerodinamis yang dihasilkan pada sayap atau lambungnya, atau bagian yang dirancang untuk memanfaatkan aksi ground effect,” jelas Stuart.

Meskipun kapal WIG dapat berfungsi baik sebagai kapal maupun pesawat, menurut Stuart, International Maritime Organization (IMO) dan International Civil Aviation Organization (ICAO) mengklasifikasikan moda transportasi ini sebagai kapal. 

Menurut Stuart,  biaya operasi transportasi WIG Craft jauh lebih murah dibandingkan pesawat komersial biasa. Kelebihannya, kata Stuart, kapal WIG dapat mendarat di sejumlah titik di Maluku, hanya mengandalkan pendaratan atau dermaga WIG (floating dock) yang tidak terpengaruh kondisi pasang atau surut. 

Baca Juga  Kehadiran Miras & PSK di Tambang Rakyat Kusubibi Resahkan Warga Desa

“Untuk tahap awal kita harapkan pada tahun 2022, sudah mulai bisa mengembangkan pilot project pembangunan 3 WIG Ports dengan fasilitas masing-masing satu di Ambon, Banda dan Masohi,” ungkap Stuart.

Selanjutnya, imbuh Stuart, 2 WIG Ports, akan dibangun lagi di Sawai dan Namlea. Diharapkan, kapal jenis pesawat ini sudah bisa beroperasi pada tahun 2023.

Namun untuk sampai ke situ, tambah pria dengan pengalaman helikopter 40 tahun dan 13 ribu jam terbang ini, perusahaannya harus  membangun Basis Operasi Utama di Ambon, termasuk mendirikan fasilitas perawatan dan mungkin pusat pelatihan WIG Craft, yang mungkin berlokasi di Ambon atau Masohi. 

“Pusat pelatihan di Maluku ini akan menjadi yang pertama di luar Korea Selatan untuk produk Aron. Teknologi  WIG Craft secara komersial adalah baru di dunia sehingga jika seseorang membeli WIG Craft ini dari negara mana pun, pilot dan teknisinya  akan dilatih di Maluku dengan biaya dibebankan kepada pembeli,” kata Stuart. 

Baca Juga  Kadikbud Provinsi Cabang Kepulauan Sula Usul Tes SBMPTN Dilakukan di Sanana

Pusat pelatihan di Maluku juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi perusahaan, terutama karena Tasageoby Group telah ditunjuk sebagai Agen non-eksklusif untuk perusahaan Aron Flightship Korea Selatan, untuk promosi  serta  penjualan produk ke WIG Craft  mereka di Indonesia, Asia Tenggara dan Australia. 

Sementara itu dalam keterangannya, Sabtu (3/7/2021) Manajer Pemasaran dan Informasi Tasageoby Group, Zairin Salampessy mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih kepada Gubernur Maluku yang juga telah menerima rombongannya pada pertemuan pertama pada 17 Desember 2020.

“Pada pertemuan pertama, Tasageoby Group juga memperkenalkan diri dan menyampaikan niatnya untuk berinvestasi di Maluku. Pada pertemuan kedua ini, kami ingin memberikan gambaran, bahwa kami benar-benar serius untuk bisa mendatangkan WIG craft sebagai transportasi terbaik di Maluku,” jelasnya.

Baca Juga  Malam ini Ambon Digoyang 10 Kali Rentetan Gempa

Berbicara mengenai daya dukung WIG Craft, Zairin mengatakan, WIG yang rencananya akan dioperasikan oleh Tasageoby Group melalui Air Maluku ini memiliki kapasitas angkut 10 penumpang, dengan ketinggian terbang hingga 150 meter.

“Untuk jaraknya misalnya dari Kota Ambon ke Kota Masohi dengan bus via ferry bisa memakan waktu hingga 7 jam. Atau dengan speed boat antara 2 sampai 2 setengah jam. Jadi dengan WIG Craft hanya membutuhkan waktu 1 jam saja sudah termasuk persiapan keberangkatan dan seluruh perjalanan,” pungkas Zairin.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata (Kadis) Provinsi Maluku Marcus Pattinama, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku Muhammad Malawat, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku Abdul Haris, dan Kepala Biro Humas dan Protokol Sekretariat Provinsi Maluku Melky Lohy. (red)