Babinsa Desa Ameth Latih PBB Kepada Siswa SMAN 1 Ameth

oleh -29 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Babinsa Desa Ameth Koramil 1504-08/Nusalaut Kopda L. Ohorella melatih PBB kepada siswa-siswi SMA Negeri 1 Amet, Jl. Pendidikan, Kecamatan. Nusalaut, Kabupaten. Maluku Tengah, Jum’at (30/4/21).

Dalam rangka membentuk sikap, kedisplinan, kekompakan, loyalitas dan kepedulian, rasa persatuan dan rasa tanggungjawab sejak dini, maka Babinsa Desa Ameth memberikan pelatihan dasar Peraturan Baris Berbaris.

Pelatihan PBB (Peraturan Baris Berbaris) sebagai wujud latihan fisik guna menanamkan kebiasaan dalam tata cara kehidupan yang diarahkan kepada terbentuknya sikap dan perilaku seseorang agar memiliki disiplin yang tinggi. Di sinilah langkah awal bagi anak-anak sekolah untuk mengenalkan kedisplinan dan suatu latihan awal untuk membela Negara.

Dengan dilatihkannya PBB kepada siswa-siswi diharapkan dapat mengerti maksud dan tujuan dari pelatihan PBB tersebut sehingga nantinya mampu menerapkannya di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal masing-masing. PBB juga memiliki manfaat yang sangat berguna bagi anak-anak sekolah yaitu melatih daya konsentrasi, mendorong belajar tentang solidaritas tim, belajar mendengar dan patuh serta belajar untuk diam dan mengatur emosi.

Sebelum masuk pada materi praktek PBB, Kopda Ohorella memberikan materi dalam bentuk teori kepada para siswa SMA Negeri 1 Ameth.

Baca Juga  BPPPD Wilayah V-Bacan Bagikan Sembako Kepada Nelayan

Pertama Kopda Ohorella menjelaskan tentang pengertian PBB kepada para siswa. Pengertian PBB adalah suatu wujud fisik yang diperlukan untuk menanamkan kebiasaan tata cara hidup suatu organisasi. Adapun maksud diberikannya materi Peraturan Baris Berbaris pada siswa siswi adalah memberikan suatu latihan awal dalam membela negara, menanamkan rasa disiplin pada siswa, menumbuhkan rasa kebersamaan di antara teman.

Selanjutnya, kedua Tujuan PBB untuk siswa sekolah adalah Menumbuhkan sikap jasmani yang tegap dan tangkas, rasa persatuan dengan rekan, sikap disiplin sehingga dengan demikian senantiasa dapat mengutamakan kepentingan tugas di atas kepentingan individu dan secara tidak langsung akan tertanam rasa tanggung jawab pada siswa.

“Saya berikan pelajaran disiplin dan gotong-royong di saat melakukan pelajaran PBB (peraturan baris berbaris) dalam bentuk teori serta diberikan pemantapan wawasan kebangsaan dulu sebelum masuk ke materi praktek, agar mereka bisa mengambil banyak hal positif dari pembelajaran Peraturan Baris Berbaris (PBB) ini,” jelas Kopda Ohorella. (keket)