Badan Keamanan Laut Bagikan Ratusan Masker Kain Kepada Nelayan di Dusun Seri

oleh -92 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Kantor Kamla Zona Maritim Timur  membagikan 300 masker kain  kepada warga nelayan Dusun Seri, Ambon. Kegiatan yang dipimpin kangsung oleh Kepala Kantor Kamla Zona Maritim Timur Laksma Bakamla Arif Sumartono, S. Sos., M. Si(Han) itu juga menyemprotkan disinfektan di rumah-rumah dan kapal-kapal nelayan Dusun Seri.

Menurut Laksma Bakamla Arief Sumartono, kegiatan ini sebagai wujud kepedulian Bakamla RI terhadap kesehatan para nelayan di tengah wabah virus corona yang telah menjangkiti Indonesia.

“Saat ini masker wajib digunakan setiap warga, tidak hanya yang sakit, namun yang sehat juga perlu pakai. Penggunaan masker adalah hal penting sekarang, karena kita semua tidak pernah tahu orang tanpa gejala pun bisa menjadi sumber penyebaran penyakit ketika kita di luar rumah,” tuturnya.

Baca Juga  Penyampaian Veni Terkait Pemotongan BSP, Dibantah Pemilik e-warung Ibu Selatan

Dalam kesempatan itu, Laksma Bakamla Arief Sumartono juga mengajak para nelayan untuk menjalankan pola hidup bersih, sehat dan rajin untuk senantiasa mencuci tangan.

Menyandang status sebagai Indonesian Coast Guard, pencegahan Covid-19 dilakukan oleh Bakamla di setiap jajarannya. Hal itu dilakukan dalam bentuk misi kemanusiaan, selain tugas utamanya yakni menjaga laut Nusantara. 

Badan Keamanan Laut Republik Indonesia melalui Kantor Kamla Zona Maritim Timur membagikan 300 masker kain kepada warga nelayan Dusun Seri, Ambon

Industri Pengalengan Ikan Tumbuh di Tengah Pandemi Covid-19

Nelayan tradisional, turut terdampak pandemi Covid-19. Hasil tangkapan ikan, tak langsung dapat dijual kepada pedagang atapun industri perikanan.

Namun ditengah dampak sosial ekonomi akibat virus Covid-19, industri pengalengan ikan mengalami permintaan produk ikan olahan yang meningkat khususnya untuk memenuhi kebutuhan protein masyarakat.

Baca Juga  Brimob Terus Semprot Disinfektan dan Kampanye Prokes di Kota Ambon

“Stok nasional untuk produk sarden dan makarel kaleng saat ini berjumlah 35 juta kaleng. Selain diserap melalui pasar ekspor, ritel dan online, olahan ikan kaleng dapat dimanfaatkan sebagai salah satu produk bantuan sosial yang memenuhi kebutuhan protein masyarakat,” kata Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Abdul Rochim di Jakarta.

Menurut Dirjen Industri Agro, industri pengolahan ikan masuk dalam kategori sektor padat karya dan berorientasi ekspor. Oleh karena itu, perlu mendapat prioritas pengembangan. “Setidaknya sektor ini telah mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 336 ribu orang. Dengan tidak adanya kendala supply bahan baku perikanan lokal, maka penyerapan tenaga kerja dapat dioptimalkan,” paparnya.

Baca Juga  Pemkab nilai kejaksaan dan PN manokwari salah persepsi

Meskipun mencatatkan kinerja yang positif, industri pengalengan ikan juga menghadapi berbagai tantangan terhadap dampak pandemi Covid-19. Tantangan tersebut, antara lain kenaikan harga kaleng, pasta saus dan terigu pengental yang diimpor serta berkurangnya bahan baku ikan yang diimpor dari negara yang memberlakukan lockdown. (red/rtm/indomaritim/samuderaindonesia)