Bahas Kasus Habib Rizieq, Margarito Kamis: Pak Harto Juga Setiap Hari Bilang Negara Hukum

oleh -236 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Pakar Hukum Tata Negara Universitas Khairun Ternate, Margarito Kamis membahas soal kasus Habib Rizieq Shihab.

Ia bahkan turut menyinggung nama Presiden ke-2 RI, Soeharto.

Seperti yang disampaikannya dalam kanal YouTube Kompas TV, Senin (4/1/2021).

Margarito menyebut tak ada yang bisa memastikan keberhasilan permohonan praperadilan yang diajukan Habib Rizieq.

Link Banner

Terkait hal itu, ia pun menyinggung kasus korupsi Budi Gunawan.

“Nomor satu begini, kita tidak tahu apa isi kepala hakim,” ujar Margatito.

“Anda tahu kan dulu waktu Budi Gunawan mengajukan praperadilan.

“Semua orang bilang ‘Tidak bisa, tidak bisa’ karena penetapan tersangka bukan objek praperadilan kala itu.”

“Dan satu di antara argumennya, ini orang belum pernah diperiksa,” tambahnya.

Baca Juga  Satgas Yonif RK 732/Banau, Kolakops Rem 151, Serahkan Hadiah Kepada Pemenang Lomba Cipta Puisi HUT RI

Menurut Margarito, ada kesamaan di kasus Habib Rizieq dengan Budi Gunawan.

Ia mengatakan, keduanya sama-sama ditetapkan sebagai tersangka sebelum diperiksa.

“Faktanya juga sejauh yang saya mengerti dan saya tahu, Habib Rizieq juga belum pernah diperiksa sebelum ditetapkan menjadi tersangka,” ujarnya.

Margarito menilai kasus Habib Rizieq adalah perkara sederhana.

Bahkan, ia menganggap kasus ini terlalu sepele untuk didiskusikan.

“Jadi dengan sisi ini makanya saya bilang kasus ini simple,” kata Margarito.

“Kekecilan untuk didiskusikan hukumnya ini.”

“Karena ini harus dilihat dalam postur politik secara keseluruhan.”

Melanjutkan pernyataannya, Margarito pun menyinggung soal hukum di Indonesia.

Bahkan, ia menggebu-gebu menyebut nama Soeharto hingga Hitler.

Baca Juga  Tolak Penunjukan Plt Kades, Warga Segel Kantor Desa Mangoli

“Dan kalau Anda kira-kira setuju lah ya kalau kita negara hukum,” ujar dia.

“Anda tahu Pak Harto orde baru? Setiap hari juga mereka bilang negara hukum.”

“Hitler yang jahat itu juga tiap hari bilang negara hukum.”

“Ini soal level rasionalitas dan bagaimana Anda punya kepekaan terhadap humanity,” tandasnya. (red/tribunwow)