Bahas Program Kotaku & Pemsimas, Komisi III DPRD Maluku Gelar Raker Dengan Pihak Terkait

oleh -116 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Komisi “III” DPRD Provinsi Maluku menggelar rapat kerja bersama dengan Kepala Dinas PUPR Provinsi Maluku, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP), Kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) Maluku, Dirjan Cipta Karya, Oversight Service Provider (OPS11) Konsultan Manajemen Wilayah (KMW) Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Provinsi Maluku.

Rapat yang di laksanakan pada Jum’at (29/1/2021) di ruang rapat Komisi III, DPRD Provinsi Maluku itu, membicarakan terkait Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU), dan Penyediaan Air minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PEMSIMAS).

Usai rapat, kepada wartwan Wakil ketua Komisi III, DPRD Provinsi Maluku, Muhammad Hatta Hehanussa, SE, menjelaskan, dalam rapat tersebut, Komisi III DPRD Maluku menghadirkan konsultan SS11 Maluku yang kebetulan menangani tiga kabupaten/kota, yaitu: Ambon, Tual, dan Maluku Tengah guna mendapat laporan tentang perkembangan program yang telah dilaksanakan di lapangan.

Baca Juga  Ini Pesan Kapolda Maluku Saat Hadiri Sosialisasi Pengamanan Objek Vital Dit Pam Obvit Polda Maluku

“Tadi persyaratan-persyaratan sudah di dengar bersama, untuk itu kita harapkan bahwa intes yang harus dilakukan pihak konsultan ini, adalah melakukan kordinasi data, sinkronisasi data, sekaligus harus sering melakukan komunikasi dengan pihak DPRD dalam rangka untuk upaya mendapatkan anggaran dari sumber APBN lewat perwakilan yang ada di DPRD,” tukasnya.

Hatta juga membenarkan tentang informasi dari pada konsultan bahwa sebenarnya untuk tahun 2021 ini, program Kotaku untuk Maluku tidak mendapat Anggaran. Tetapi lewat komunikasi politik di empat perwakilan DPR RI itu telah diinformasikan bahwa program Kotaku akan mendapat anggaran.

“Program Kotaku akan mendapat anggaran, karena memang selama ini program Kotaku kan lebih banyak diintertensikan dengan dana dari Bank Dunia,” katanya

Baca Juga  GPM: PERTUMBUHAN, PELAYANAN DAN TANTANGAN PERUBAHAN

Selain itu, Hatta juga mengakui bahwa banyak program-program Kotaku sangat bermanfaat, bukan hanya sekedar membangun tujuh prioritas infrastruktur, tetapi program ini juga mampu mendorong masyarakat, melakukan komunikasi dengan masyarakat, dan melakukan pemberdayaan masyarakat. (valen)