Baksos pemeriksaan mata, Pieris layani 36.000 warga

oleh -33 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Salah satu penyebab tidak terlayaninya kebutuhan kesehatan kepada masyrakat adalah status sosial.

Pasalnya, status sosial ini cenderung berujung pada penghasilan masyarakat itu sendiri.

Berada pada tingkatan terbawah dalam klasifikasi penghasilan, menempatkan masyarakat dalam status miskin kerap tidak mendapatkan pelayanan kesehatan dari pemerintah, baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi maupun pusat.

Memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat ini, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Maluku, Prof. Dr. John Pieris, menggelar bakti sosial pemeriksaan kesehatan mata dan pembagian kacamata gratis selang sepekan, kepada masyarakat di Kecamatan Wahai dan Tehoru.

Link Banner

Menurutnya, baksos yang digelar pihaknya ini merupakan salah satu kiat memutuskan mata rantai kemiskinan yang terus membelenggu masyarakat di Maluku.

Menjadi salah satu anggota delegasi Maluku yang memperjuangkan hak rakyat Maluku pada taraf pemerintahan pusat, akunya, memberikan ruang kepada pihaknya untuk berbuat lebih banyak kepada masyarakat Maluku, khususnya yang kurang mampu.

Baca Juga  Warga Kawata Tolak Penyelenggaraan Pemilu, KPU Kepsul Ambil Langkah Preventif

Baksos pemeriksaan kesehatan mata ini, jelasnya, akan tetap menjadi prioritas bagi pihaknya dana terus dijalankan, meski dirinya tidak terpilih lagi menjadi anggota DPD RI ada periode yang akan datang.

”Jadi saya tetap melayani sesuai dengan permintaan. Karena, memang masyarakat itu ada yang kurang beruntung. Kalau yang beruntung bisa ke dokter mata, membeli kacamata. Kalau yang kurang beruntung, paling tidak itu yang mereka lakukan. Kalau ada kesempatan kepada mereka dilayani, mereka datang. Dan saya tidak akan hilangkan kesempatan ini, saya terpilih atau tidak saya akan lanjutkan pemeriksaan ini,” ujarnya.

Diakuinya, kegiatan dimaksud sudah digelar pihaknya sejak 2016 silam, dengan menyasar masyarakat pada berbagai wilayah di Maluku.

Baca Juga  Demokrasi: Kritikan Berujung Bui

Jika dikalkulasikan, jelasnya, jumlah warga yang sudah dilayani pemeriksaan kesehatan mata dan mendapatkan kacamata gratis melebihi 36.000 ribu warga.

”Banyak sekali. Saya hampir tidak punya waktu lagi untuk melayani masyarakat, karena kebutuhan itu besar sekali. Dari 2016 sampai sekarang sudah tembus 36 ribu warga yang memeriksa mata dan kacamata baca,” jelasnya.

Merealisasikan baksos dimaksud, Pieris yang sudah menurunkan timnya terlebih dahulu sudah menyasar berbagai wilayah di Pulau Seram, Ambon dan Kepulauan Lease.

Menurutnya, kegiatan ini sama sekali bukan agenda politik, tetapi murni merupakan kegiatan sosial pemeriksaan kesehatan dan pembagian kacamata baca gratis.

”Di Seram kemarin 15 desa dan dusun di Kecamatan Wahai dan Tehoru. Kemarin ada 2 titik di Air Besar-Passo. Sebelum-sebelumnya, di Lease. Hampir semua negeri di Pulau Saparua dan semua negeri di Pulau Ambon sudah. Bulan depan saya ke Sepa dan Latu, sudah ada yang menjajaki di sana. Jadi tidak ada kaitan dengan politik sama sekali. Ini murni kegiatan sosial,” tegasnya.

Baca Juga  PMD Mangoli Giat Aksi Gugat Ketidak Jelasan Dana Desa

Kegiatan baksos sendiri, tambahnya, merupakan kegiatan yang dibiayainya sendiri, tanpa adanya bantuan anggaran dari pihak pemerintah ataupun negara.

Dimana, Pieris pun harus melakukan efisiensi sebisa mungkin guna mememnuhi kebutuhan masyarakat melalui baksus dimaksud.

”Dana ini bersumber dari dana pribadi, sehingga saya menghemat pengeluaran sedemikian rupa. Gaji dan tunjangan, saya simpan. Tidak ada anggaran negara. Negara hanya membeli kami tiket, lewat reses. Kegiatan-kegiatan tatap muka yang menelan anggaran besar. Kalau kacamata tidak. Pembelian kacamata dari kas pribadi,” pungkasnya. (keket)