Baliho Caleg Dirusak Orang Tak Dikenal, DPW PAN Malut Lapor Ke Bawaslu

oleh -37 views

Porostimur.com, Ternate – DPW PAN Maluku Utara melaporkan perusakan baliho Caleg DPR-RI Partai Amanat Nasional (PAN) oleh orang tak dikenal di lapangan Ngaralamo, Soa Sio, Ternate, Jumat (19/1/2024).

Baliho Caleg yang disobek adalah milik Caleg DPR-RI PAN nomor urut 1 Nita Budhi Susanti.

Ketua Bapilu PAN Faisal Husain, menyampaikan bahwa pihaknya telah melaporkan peristiwa perusakan baliho tersebut ke Bawaslu Provinsi karena diduga terdapat kesengajaan dan mengandung tindak pidana Pemilu.

Faisal mengaku, pihaknya telah melaporkan ke Bawaslu Provinsi, namun karena wilayah hukumnya masuk wilayah Bawaslu Kota Ternate sehingga ia disarankan untuk melapor ke Bawaslu Ternate.

Menurutnya, baliho tersebut dirusak dengan sengaja karena berbentuk sayatan pisau.

Baca Juga  Rektor ITB Dilaporkan ke Bareskrim Polri Gara-gara Sirekap

“Pemasangan baliho itu, pada tanggal 15 Januari 2024, dan diketahui setelah pengerusakan besoknya tanggal 16 Januari pada pukul 07.00 WIT pagi. Pengerusakan Baliho oleh orang yang tidak dikenal menggunakan pisau cutter atau benda tajam lainnya,” jelas Faisal.

Dia bilang, pada prinsipnya, DPW PAN akan mengikuti sesuai aturan UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, dengan melapor ke Gakumdu Bawaslu Kota Ternate. Sebab lokus hukumnya di Kota Ternate.

Sementara Bawaslu Kota Ternate, melalui Koordinator Devisi Penanganan Pelanggaran, dan Penyelesaian Sengketa (P3S) Asrul Tampilang, mengatakan bahwa Bawaslu telah menerima laporan pelanggaran oleh Faisal Husain dari PAN.

Asrul menjelaskan, untuk proses selanjutnya, pihak Gakumdu akan melakukan kajian awal dari laporan pelanggaran yang diterima untuk menetapkan status pelanggaran dari kasus tersebut.

Baca Juga  9 Outfit Kemeja Hitam Polos yang Elegan untuk Perempuan

Asrul juga mengatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Gakumdu untuk memproses laporan pelanggaran yang masuk.

“Selaku Koordinator Devisi P3S, saya tidak bisa mengambil keputusan sepihak. Tentu saya akan berkoordinasi dengan pihak Gakumdu agar duduk bersama untuk menentukan status dari pelanggaran ini,” ungkap Asrul.

“Kita akan mengundang semua anggota Gakumdu. Semua syarat materil dan formil terpenuhi dulu baru ditetapkan pelanggarannya,” pungkasnya. (Mansyur Armain)

Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.