Bangun dermaga Tawiri, Pempus kucurkan Rp 130 milyar SBSN

oleh -45 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Pembangunan Dermaga TNI AL yang berada di Desa Tawiri, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, merupakan sebuah opsi relokasi setelah dibangunnya Jembatan Merah Putih (JMP).

Keberadaan JMP sendiri, secara teknis menghalangi keluar masuknya kapal milik TNI AL yang bertonase besar.

Merealisasikan pembangunannya, Kementerian Keuangan Republik Indonesia meggunakan opsi Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), yang merupakan salah satu instrumen pembiayaan langsung kementerian dimaksud.

Hal ini ditegaskan Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia (RI), Sri Mulyani meresmikan Dermaga TNI AL di Desa Tawiri, Senin (14/1).

Menurutnya, pihaknya mengalokasikan dana SBSN sebesar Rp 130 milyar yang dikucurkan dalam 2 tahun anggaran, yaitu Rp 20 milyar untuk tahun 2016 dan Rp 110 milyar untuk tahun 2017.

”Hari ini kita bisa melihat proyek yang sifatnya dilakukan multi years dan berhasil sukses. Diharapkan bisa memperkuat pertahanan bagi TNI AL, khususnya di wilayah timur Indonesia. Dan juga bisa mempercantik dan memperindah kawasan sekitar Pantai Tawiri,” ujarnya.

Baca Juga  Akhir April, Arab Saudi Akan Umumkan Kepastian Ibadah Haji 2020

Menurutnya, Dermaga Tawiri ini sebagai pengganti dermaga TNI AL di Desa Halong.

Pasalnya, kapal perang TNI AL tidak dapat merapat setelah dibangunnya JMP.

Sementara dermaga dimaksud, tegasnya, berfungsi sebagai tempat pengisian perbekalan seperti bahan bakar, air tawar, bahan makanan, amunisi, obat-obatan, perawatan kesehatan bagi anak buah kapal Kapal Perang Republik Indonesia, maupun perbaikan dan perawatan kapal bila terjadi kerusakan peralatan kapal.

”Untuk menciptakan ketahanan ekonomi kita tidak tergantung kepada satu instrumen saja, jadi kita bisa membuat pilihan, yakni pembangunan,” jelasnya.

Selain itu, jelasnya, lingkup pekerjaan di Dermaga TNI AL tersebut meliputi pembangunan gedung kantor dan staf, lapangan, kantor Detasemen Markas, gudang senjata dan amunisi, gedung serbaguna, pos penjagaan, balai pengobatan, kantor Satuan Komunikasi, kantor Dinas Angkutan, kantor Polisi Militer AL, hanggar, rumah genset dan panel, gudang Dinas Perbekalan, mekanikal elektrikal dermaga, kantor Dinas Syahbandar AL, dermaga operasi, penataan lanskap dan pagar area dermaga.

Baca Juga  Jelang Ramadhan, Kemendag pantau harga di Ambon

Usai melakukan peresmian Dermaga TNI AL di Tawiri, Mulyani juga berkesempatan meresmikan proyek Revitalisasi Pantai dan Penataan Kawasan Wainitu.

Acara peresmian kedua proyek ini turut dihadiri oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, Gubernur Maluku, Ir. Said Assagaff, Wakil Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua, Direktur Jenderal Bina Marga, Sugiyartanto dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Maluku, Ismail Usemahu.

Dalam sambutannya saat meresmikan proyek penataan kawasan Wainitu, Mulyani menegaskan revitalisasi pantai dan penataan kawasan ini penting untuk memperkuat perekonomian di Kota Ambon.

Dimana, proyek ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk membangun dari daerah pinggiran.

”Dengan adanya fasilitas yang dibangun oleh pemerintah, saya berharap kegiatan ekspor dan impor dapat ditingkatkan. Kami siap bekerja sama untuk menyediakan instrumen fiskal yang dibutuhkan, apakah nanti dalam pembangunan kawasan berikat, subsidi bagi pengusaha untuk dapat berinvestasi, saya akan siap membantu untuk meningkatkan perekonomian di Maluku, terutama bagi daerah-daerah yang masih tertinggal,” pungkasnya. (keket)