Bangun infrastruktur, Soeharto butuh 32 tahun, Jokowi 3 tahun

oleh -35 views
Link Banner

@Porostimur.com | Jakarta – Pembangunan infrastruktur yang terus digenjot pemerintah dapat menjadi modal kuat bagi Presiden Joko Widodo untuk kembali bertarung dalam Pilpres 2019.

Direktur Polcomm Institute, Heri Budianto mengatakan, keberhasilan Jokowi menjabat sebagai Presiden yaitu ketika masyarakat menganggap infrastruktur dapat dilihat dan dirasakan secara nyata.

“Ini (infratruktur) kalau dipoles bisa dahsyat untuk Jokowi di 2019, karena Soeharto butuh 32 tahun, Jokowi 3 tahun dan itu bisa dilihat, bisa jadi jualan Pak Jokowi yang luar biasa,” ujar Heri di Jakarta, Minggu (3/12/2017).

Pengamat Komunikasi Politik, Emrus Sihombing menambahkan, andaikan pembangunan infrastruktur yang digenjot pemerintah saat ini benar-benar berhasil dan dirasakan masyarakat, akhir 2019 tingkat elektabilitas Jokowi akan meningkat.

Link Banner

“Pembangunan infrastruktur ini benar diwujudkan, tingkat kepuasan (masyarakat) melonjak di infrastruktur, belum dapat dirasakan secara ekonomi tapi sudah bisa dilihat dengan mata kepala kita sendiri,” kata Emrus.

Baca Juga  Soal Pemindahan Ibukota, JK Bilang DPR dan Pemerintah yang Akan Putuskan

Ketua Umum Orkestra, Poempida Hidayatulloh‎ menjelaskan, pembangunan infrastruktur sangat penting untuk menekan harga-harga produk di berbagai daerah dan hal ini sudah dijalankan pemerintahan Jokowi-JK.

“Memang efeknya tidak akan terasa saat ini juga atau 2019, tapi efek ekonominya kemungkinan 2020 atau 2021 akan terasa, karena sakit-sakit dahulu tapi kemudian senang,” ucap Poempida di tempat yang sama. (web-rp)