Bangun Maluku, HEBAT nyatakan 8 prioritasnya

oleh -70 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Dalam upaya memimpin Maluku untuk 5 tahun kedepan, pasangan bakal calon (balon) gubernur dan wakil gubernur, Herman A. Koedoeboen-Abdullah Vanath yang kerap disapa dedngan akronim HEBAT, menetapkan 8 prioritas.

Koedoeboen yang behrasil dikonfirmasi wartawan via sambungan telepon selular, Selasa (20/3), menegaskan salah satu prioritas dimaksud yakni Maluku yang religius dan berbudaya, yakkni penguatan kapasitas lembaga keagamaan, sarana prasarana peribadatan, pembinaan kerukunan umat beragama, serta penguatan kapasitas kelembagaan adat.

Menurutnya, Maluku juga harus bersih dari sisi hukum, yakni supremasi hukum, penerapan HAM dan gender, serta Reformasi Birokrasi dengan cara menerapkan manajemen perubahan, meninggalkan budaya kerja dengan basis Comfort Zone, business as usual menuju competitive zone dalam mengelola tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) melalui penetapan sasaran, baseline, dan indikator reformasi birokrasi yang harus dicapai serta memperkuat kapasitas aparatur desa.

Baca Juga  Sisipan Sosialisasi Tanggap Covid-19 Dalam Giat TMMD Kabupaten Buru

Untuk itu, akunya, Maluku harus sehat, dengan mengusung upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat di kampung-kampung, negeri-negeri di Maluku, langkah konkriit mencegah angka kematian bayi (AKB), mencegah angka kematian ibu saat melahirkan, mencegah angka kematian balita melalui perbaikan gizi, imunisasi, kuantitas dan kualitas sarana-prasarana kesehatan, peningkatan kuantitas dan kualitas tenaga medis, meningkatkan angka harapan hidup.

Dari sisi sumber daya manusia sendiri, jelasnya, Malukuk harus pintar, dengan maksud meningkatkan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana pendidikan berdasarkan rasio murid di kelas, rasio guru dan murid, untuk menurunkan angka buta huruf, menaikkan angka partisipasi kasar (APK), menaikkan angka rata-rata lama sekolah, angka partisipasi sekolah (APS), angka partisipasi murni (APM), pendidikan vokasi untuk mempersiapkan generasi muda Maluku memasuki pasar kerja, serta pelatihan masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan.

Baca Juga  Peringati HUT Ke 42, FKPPI Malut Tabur Bunga di TMP Banau

Dari sisi insfrastrukktur, tegasnya, Maluku harus terhubung, yakni peningkatan kuantitas dan kualitas infrastruktur konektifitas melalui peran sektor pemerintah, dunia usaha dan swasta, membuka isolasi, memperlancar mobilitas orang, barang dan jasa antara kampung-kampung, negeri-negeri dan antara pulau di Maluku.

Selain itu, jelasnya, Maluku sendiri harus berdaya, dengan maksud harus dilakukan pemetaan perwilayahan dan pengembangan jenis UMKM, pemetaan penduduk miskin  dan upaya pengentasan, pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis agro maritim, kelompok tani dan nelayan, karang taruna, pemuda pelopor usaha tani dan nelayan berbasis perwilayahan komiditi, akses bagi golongan abilitas.

Menurutnya, warga Maluku juga identik dengan bidang olahraga dan seni, karenannya HEBAt juga menyatakan Pro Olahraga dan seni.

Baca Juga  Pakistan Mengubah Serangan Belalang Menjadi Keuntungan Pertanian

Dimana, di dalamnya mengusung pembinaan bakat dan prestasi generasi muda maluku pada cabang olah raga  berprestasi, seni dan musik, membuka akses untuk memperbanyak event nasional dan regional sekaligus untuk menumbuh-kembangkan ekonomi kreatif.

Ditambahkannya, dalam 5 tahun kedepan pemerintaha juga harus menunjukkan sikap pro lingkungan.

”Dimana, memastikan bahwa pembangunan di Maluku adalah pembangunan yang berwawasan lingkungan, sehingga pemanfaatan sumber daya alam mengacu pada kapasitas daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup, melaksanakan kajian lingkungan hidup strategis (KLHS) terhadap kebijakan, rencana, dan program untuk memastikan bahwa kebijakan rencana dan program sudah terintegrasi dalam prinsip pembangunan berkelanjutan, menerapkan secara ketat pelaksanaan AMDAL terhadap rencana usaha/kegiatan sebagai dasar pemberian ijin lingkungan dan ijin usaha,” pungkasnya. (keket)