Bangun Sarana Ibadah, Anggota DPD RI ini Apresiasi Bupati Malra

oleh -121 views
Link Banner

Porostimur.com | Langgur: Besarnya perhatian Pemeritah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara terhadap pembangunan sarana ibadah, mendapat apresiasi dari Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI), M. Sanusi Rahaningmas

“Tidak bisa dipungkiri, lebih kurang Rp.28 miliar dana yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) telah dialokasikan untuk membangun sarana ibadah oleh Pemda Malra, melalui Bupati M. Thaher Hanubun,” ungkap Sanusi kepada jurnalis Porostimur.com di Ohoi Mataholat, Sabtu (4/9/2021).

Menurutnya, hal ini adal sebuah langkah maju sesuai dengan amanat undang-undang, sebab pemerintah harus hadir untuk menyelesaikan persoalan pembangunan sarana ibadah.

Sanusi bilang, sebagai Anggota DPD dan selaku sesepuh Ohoi Mataholat, Ia menyampaikan terimakasih di mana pemda juga telah membantu pembangunan Masjid Al-Amin Ohoi Mataholat.

“Begitu besar perhatian bupati, sehingga bukan hanya saat pelatakan batu pertama, akan tetapi pengecoran saat ini pun beliau hadir bersama Walikota Tual dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda),” tukasnya.

Baca Juga  Wally: Perlu Sosialisasi Pada Masyarakat Terkait Vaksin Covid- 19

Sanusi mengakui, sebagai anak negeri yang telah meninggalkan daerah ini selama 38 tahun, tetapi suka dan duka selalu hadir untuk sebuah ke baikan di Ohoi Mataholat.

“Perbedaan bukan suatu halangan, karena dalam agama Islam perbedaan itu adalah rahmat, sehingga kita patut mensyukuri. Hal ini pun sesuai dengan filosofi orang tua Kei “Ntut Naa Wahan Nii Nhar Naa Soin”, suatu pekerjaan jika dilaksanakan bersama sama maka akan sampai pada suatu tujuan,” ungkap Sanusi.

“Berbeda pendapat, pikiran bagi setiap orang adalah sesuatu yang lumrah, akan tetapi jangan sampai melebihi dari tiga hari, jika itu terjadi maka berdosalah orang-orang yang menaruh dendam,” imbuhnya.

Baca Juga  Pemkab Malra akan Berlakukan PPKM Mikro Guna Penanganan Covid-19.

Sanusi berharap pemimpin dan tokoh agama harus hadir dalam menyelesaikan perbedaan yang terjadi di masyarakat.

“Meski besar di tanah rantau, tepatnya tanah Papua akan tetapi semaksimal mungkin berupaya untuk hadir melihat negeri ini setidaknya sebulan atau dua bulan sekali, karena ini juga menjadi tanggung jawab bersama selaku bagian dari anak Kei,” papar Sanusi

“Tidak ada yang kekal, harta, pangkat jabatan semua itu hanya titipan Allah SWT, Tuhan yang Maha Esa, sehingga kapan saja akan diambil pulang olehnya, jangan merasa besar dan bangga dengan semua itu, tidak ada yang abadi,, terangnya.

Sanusi menambahkan, apa gunanya menjaga hubungan dengan Tuhan, namun hubungan sesama manusia sering terjadi perbedaan, maka sebelum taat kepada Tuhan hendaknya taatlah pada pemimpin. (saad)

No More Posts Available.

No more pages to load.