Banjir DKI & Banjir Nabi Nuh (1) Tabahkan Hatimu…

oleh -144 views
Link Banner

@Porostimur.com | Jakarta : Dua hari ini warga Jakarta ‘disiksa’ banjir. Akibatnya, warga merindukan zaman Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Kerinduan yang wajar. Sebab di zaman Ahok, Jakarta sudah bebas banjir. Kini banjir lagi.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, penyebab banjir kini adalah proyek-proyek pembangunan jalan yang digagas Presiden Joko Widodo. Seperti LRT, MRT, KA Bandara, dan sejumlah fly-over di Jakarta.

Dengana kata lain, pernyataan tersebut demikian: Banjir ini gara-gara pembangunan infrastruktur. Ini statement asli Gubernur Anies.

Namun, untuk menghibur warga Jakarta yang rumahnya kebanjiran, jangan-lah bersedih. Tabahkan hatimu. Banjir ini paling parah setinggi sekitar semester. Walaupun sudah merusak seluruh rumah dan seisinya.

Juga, tidak semua wilayah Jakarta banjir. Toh, akan surut dalam dua-tiga hari. Walaupun sudah menimbulkan kerugian fatal bagi warga.

Baca Juga  SANTUN ”diserang”, PD Maluku nyatakan sikap kritisnya

Untuk menghibur warga, di zaman Nabi Nuh, banjir lebih parah. Tersebutlah dalam kitab suci Al Quran, bahwa orang beriman yang ikut dalam bahtera Nabi Nuh, pasti selamat.

Di kitab suci Al Kitab pun dikisahkan hal yang sama. Nabi Nuh membuat bahtera menyelamatkan manusia dan hewan yang ikut bahtera tersebut.

Soal banjir zaman Nabi Nuh, banyak orang ingin tahu penyebabnya. Sehingga bermunculan beberapa ilmuwan yang berusaha menjelaskan fenomena itu dari sisi ilmiah.

Beberapa ilmuwan menyatakan, tidak ada bukti geologi bahwa bumi pernah banjir separah zaman Nabi Nuh. Pendapat ini menimbulkaan keingin-tahuan orang tentang penyebab banjir zaman Nabi Nuh.

Di awal 1900-an muncul teori, bahwa ketika Allah menciptakan langit dan memisahkan laut dari daratan, sebagian air terperangkap di perut bumi. Berarti, bumi menyimpan air dalam volume sangat besar.

Baca Juga  Belajar Mandiri di Rumah Ala MAN 1 Tikep

Terus… di zaman Nabi Nuh, air di perut bumi itu menyebur keluar. Terjadilah air bah. Bumi banjir total.

Namun, teori ini tidak bisa disebut teori. Hanya pendapat asal-asala. Tidak didukung data. Sehingga para geolog menganggap itu teori palsu.

Bagaimana teori yang logis? (web-rp)