Banjir Halmahera Utara, 2.863 Jiwa Jadi Pengungsi

oleh -43 views
Link Banner

Porostimur.com | Tobelo: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Utara mencatat, lebih dari 2.000 orang mengungsi akibat rumahnya terendam banjir pada Sabtu (16/1) kemarin akibat meluapnya sungai Tiabo dan Nguailamo.

Data tersebut berdasarkan keterangan Kepala BPBD Halut, Abner Manery kepada wartawan, Ahad (17/1/2021) di Tobelo.

“Jumlah terdata 2.863 jiwa di empat kecamatan rumahnya terendam banjir. Empat kecamatan tersebut yakni Kecamatan Kao Barat, Galela Selatan, Galela Barat dan Loloda Utara,” ungkap Abner.

Untuk diketahui, banjir diakibatkan oleh hujan dengan intensitas ringan-lebat disertai angin kencang dalam durasi waktu yang lama sejak Jumat (15/1) pukul 16.00 WIT hingga Ahad siang pukul 12.00 WIT.

Desa-desa yang terendam banjir yakni Desa Togawa, Soakonora (Galela Selatan); Desa Roko, Dokulamo, (Galela Barat); Desa Pitago, Bailengit, Soamaetek, Parseba, Tuguis, Mekar Sari (Kao Barat); dan Desa Ngajam (Loloda Utara).

Baca Juga  Diangkat Jadi Mendagri, Jokowi Dianggap Selamatkan Tito dari Kasus Novel Baswedan

Sedangkan jumlah pengungsi yang sudah terdata adalah: Desa Togawa 61 kepala keluarga 285 jiwa, Desa Dokulamo 4 KK 15 jiwa, Desa Roko 313 KK 1.016 jiwa, Soakonora 2 KK 11 jiwa, Pitago 45 KK 153 jiwa, Bailengit 67 KK 294 jiwa, Soamaetek 30 KK 120 jiwa, Parseba 115 KK 378 jiwa, Tuguis 136 KK 499 jiwa, Mekarsari 35 KK 87 jiwa, dan Desa Ngajam 1 KK 5 jiwa.

“Kerugian materiil akses jalan putus, 3 rumah warga terbawa banjir, 2 rumah rusak berat dan yang lain sementara pendataan. Total pengungsi 2.863 jiwa,” kata Abner.

Pihak BPBD Halmahera Utara bersama bersama Basarnas dan TNI telah membagikan makanan siap saji serta melakukan evakuasi warga di gedung SMP Soamaetek, Desa Kai dan tenda pengungsian di perbatasan Desa Kai dan Pitago.

Baca Juga  Pemprov Maluku usulkan 5 ranperda

“Sementara pengungsian di Desa Togawa dipusatkan di gedung gereja, PAUD dan gedung MTQ. Desa Roko di gedung gereja Duma dan Samuda. BPBD juga telah mengevakuasi harta benda penduduk. Kondisi terakhir air terpantau belum surut dan kebutuhan mendesak para pengungsi sementara makanan siap saji, air bersih, selimut, tikar dan logistik,” pungkas Abner. (red/tsc)