Banjir Waitina, Koordinator Sofia Minta Gubernur Maluku Utara dan Dirut PT Samalita Bertanggung Jawab

oleh -167 views
Link Banner

Porostimur.com | Sanana: Koordinator Solidaritas Fina Sua (Sofia), Nur Anisa Fataruba meminta Gubernur Provinsi Malut dan Dirut PT. Samalita bertanggung jawab terhadap banjir yang melanda Desa Waitina, Pulau Mangole, Kepulauan Sula.

Nisa mengatakan, beberapa hari kemarin Kepulauan Sula diguyur hujan deras hingga mengakibatkan banjir yang merendam sejumlah desa di Pulau Mangole

Bendahara Umum Kohati HMI Cabang Ternate ini, bilang pada Tahun 2018 telah terjadi sorotan dari seluruh elemen gerakan baik LSM, ORMAS, OKP bahkan masyarakat Desa yang menentang Kebijakan Pemerintah Daerah Provinsi Malut atas pemberian ijin kepada PT. Samalita untuk perkebunan tapi fakta di lapangan adalah melakukan pengambilan kayu.

Masalah telah disikapi oleh DPRD Kabupaten Kepulauan Sula yakni pada Tahun 2018 DPRD Kepulauan Sula melakukan rapat bersama pihak PT. Samalita dan pihak PT. Samalita mengakui pengambil kayu atas dasar MoU dengan Dinas Pertanian Kab. Kepulauan Sula, setelah DPRD corscek di Dinas pertanian Kadis tidak membenarkan bahwa adanya MoU antara PT. Samalita dan Dinas Pertanian.
Dengan permasaalahan di atas .

Link Banner

“Makanya kami mendesak kepada pihak Polres Kepulauan Sula untuk melakukan pemanggilan terhadap Dirut PT. Samalita untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya hingga mengakibatkan banjir.

Baca Juga  Pangdam Pattimura Ajak Satukan Kekuatan Melawan Covid-19

Terpisah salah satu putra Wailoba, Karman Samuda meminta Gubernur Provinsi Malut, KH Abdul Gani Kasuba untuk mencabut seluruh izin PT. Samalita yang beroperasi di Pulau Mangoli Kabupaten Kepulauan Sula serta kedepan tidak boleh lagi menerbitkan izin serupa kepada perusahaan manapun untuk merusak lingkungan.

Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan dan Pendidikan (STIKIP) Kieraha ini melanjutkan, jangan hanya karena uang dan keserakahan para elit masyarakat yang kena dampaknya.

Contoh seperti sekarang banjir beberapa kecamatan di dataran pulau Mangoli yakni Desa Waitina, Desa Mangoli, Wai’U dan lain-lain gubernur tertidur nyeyak di istananya yang megah sementara masyarakat bertahan hidup di tempat pengungsian dengan kondisi seadanya. (ifo)