Bantu berantas korupsi, KPK siap biayai Kejati dan Polda Maluku

oleh -26 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Hingga saat ini, belum ada kasus korupsi yang ditangani langsung oleh KPK, maupun penangkapan atas tersangka di Maluku.

Meski demikian, KPK tetap mendorong dan menyokong kegiatan pencegahan dan pemberantasan korupsi di Maluku, khususnya yang digiatkan pihak kepolisian dan kejaksaan.

Salah satunya, KPK akan memberikan anggaran untuk kegiatan pemberantasan korupsi di Maluku, kepada pihak Kejaksaan Tinggi Maluku maupun pihak Polda Maluku.

Hal ini dibenarkan Wakil Ketua KPK, Irjen Pol Basaria Panjaitan,SH,MH, saat berhasil dikonfirmasi wartawan, di Kantor Kejaksaan Tinggi Maluku, usai mennghadiri rapat kordinasi dengan Kejati Maluku dan Polda Maluku, Rabu (31/1).

Menurutnya, anggaran pembiayaan kasus korupsi yang ditangani Polda Maluku maupun Kejati Maluku, berupa honor dan akomodasi.

Baca Juga  Memasuki Hari ke-18 Pencarian MV Nur Allya Ditutup

Apalagi, akunya, bukan hanya di Maluku, namun rata-rata Kejati se-Indonesia sering terkendala dengan biaya.

Mirisnya lagi, akunya, minimnya biaya yang dimiliki menyebabkan masing-masing Kerjati rata-rata hanya mampu menyelesaikan 1 kasus saja.

”Selain itu, menjalin kerjasama yang baik dalam kunjungan yang dilakukan antara penegak hukum dalam hal ini kepolisian, kejaksaan tinggi dan KPK. Agar dalam penanganan kasus korupsi bisa berkoordinasi, saling mengisi satu dengan yang lain dalam membatu KPK memberantas korupsi. Seperti kata pepatah ”Karena Tak Kenal maka tidak sayang,” tegasnya.

Meskipun belum ada kasus yang ditangani KPK di Maluku, jelasnya, namun ada laporan masyarakat terhadap korupsi yang terjadi di Maluku, tepatnya sebanyak 38 laporan kasus korupsi.

Baca Juga  Kapolda Maluku Beri Reward Kepada Personil Berprestasi

Dan kasus-kasu dimaksud sudah dilimpahkan kepada Aparat Pengawas Internal (APIT).

Beberapa laporan di antaranya, jelasnya, justru tidak sampai masuk ke ranah korupsi sama sekali.

Begitupun beberapa laporan lainnya, sudah dikirim kembali karena masih harus dilakukan perbaikan dan dikirimkan kembali. (Yuli Harmusial)