Bantuan 2 Mobil oleh Bupati Kepulauan Sula di Desa Kabau Tuai Kecaman

oleh -91 views
Link Banner

Porostimur..com | Sanana: Bantuan dua unit mobil pick up dari Kementerian Desa, Transmigrasi dan Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) oleh Bupati Kepulauan Sula kepada pemerintah Desa Kabau Pantai dan Kabau Darat berbuah kecaman.

Langkah tersebut dianggap sebagai upaya memecah-belah pemuda dan mahasiswa dengan masyarakat dan berpotensi mematikan ekonomi sebagai an masyarakat.

Informasi yang diperoleh porostimur dari sumber internal di Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Sula menyebutkan, dua unit mobil yang diserahkan bupati itu, semestinya diserhakan kepada pemerintah Desa Wailoba dan Desa Pelita.

Sekretaris Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Sulabesi Barat (HIPMA SULBAR) Zainuddin Mustafa Tidore mengatakan, langkah Bupati Hendrata tersebut sebagai upaya mencari muka dan memecah-belah masyarakat.

Link Banner

“Kami tidak minta mobil, yang kami minta perbaikan jalan dan jembatan serta perbaikan sarana pendidian dan kesehatan,” ujarnya.

Baca Juga  USBN, SDN 65 Ambon optimis capai hasil maksimal

Mantan Ketua HMI Cabang Sanana ini mengatakan, HIPMA SULBAR selama ini berulangkali melakukan aksi dengan niat agar pemerintah memperhatikan hak-hak dasar masyarakat, bukan meminta mobil.

“Kita aksi mendesak pemerintah agar memenuhi hak-hak dasar masyarakat. Terakhir kita aksi soal temuan BPK. Kok Hendrata tiba-tiba kasih mobil. Inikan namanya cari muka dan mau memecah-belah masyarakat namanya,” pung kasih Zainuddin.

Muhammad Naipon, salah seorang pemuda asal Sulabesi Barat mengaku bingung dengan langkah Hendrata Thes selaku bupati.

Menurutnya, langkah Hendrata dapat membunuh ekonomi sebagian masyarakat yang bermatapencharian sebagai pelaku usaga transportasi.

“Kasihan. Inikan ada saudara-saudara kita yang usaha di bidang transportasi. Mereka hidupnya di situation. Mobilnya masih kredit. Bisa bangkrut mereka,” katanya.

Baca Juga  Kapolres SBT Pimpin Rapat Anev Ops Ketupat 2020

Muhammad menyebut ada sebagian kelompok yang mencoba memanfaatkan situasi untuk mengambil untung dan mencari muka pada Hendrata yang bermain dibelakang langkah bupati Kepulauan Sula ini.

“Ada yang cari muka dan ambil untung di tengah situasi ini. Demi kepentingan pribadi, mereka tega mengorbankan raka,” tukasnya.

Di dunia maya, langkah Hendrata ini juga tak kurang menuai hujatan. Hendrata dianggap memanipulasi informasi tentang bantuan tersebut.

Salah seorang warganet bernama Andi Alfatih menyayangkan sikap Hendrata yang menyebut bantuan Kementerian PDT sebagai bantuan pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula.

Unggahan Alfatih di group Facebook ini pun ramai ditanggapi oleh nitizen. Akun bernama Jamiel Gkafau menulis “Ataga naga eeee caya Pdahal bgtu eeee”

Baca Juga  Hari Ini 52 Tahun Lalu: The Beatles Rilis 'Hey Jude'

Vicky Vam Umasangaji menulis “Pernyataan di atas berupa klarifikasi..good news👍👍
Kembali ke point masukan..kalau peta pergeseran opini yg di mainkan secara taktis pada satu desa yg di anggap berpengaruh pada konstalasi politik maka yakin dan percaya desa dan kecamatan lain pun akan iri dan berontak secara halus..sebagai contoh..beberapa kecamatan mangoli yg punya pengaruh penting pada kabupaten pun di abaikan maka yakin dan percaya akan ada skema yg berubah pada pera tahun depan..maka Akan ada bara pada jiwa yg berontak akan sebuah pemekaran..camkan”. (raka)