Bareskrim Polri Awasi Kasus BNI Ambon, Kemungkinan Ada Tersangka Baru

oleh -1.366 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri akan mengawasi kasus pembobolan dana nasabah Bank Negara Indonesia (BNI) di Ambon, Maluku.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri, Komisaris Besar Pol Asep Adi Saputra.

“Untuk perkembangan kasus ini, Bareskrim memberikan asistensi dan supervisi,” kata Asep di Mabes Polri, Jakarta.

Asep mengatakan, Bareskrim tidak akan mengambil alih kasus tersebut. Pihaknya menegaskan bahwa proses penyidikan tetap ditangani Polda Maluku.

“Jadi tidak ada pengambilalihan kegiatan penyidikan ini terus diproses secara berlanjut oleh Polda Maluku,” ucap Asep.

Diberitakan, pada Oktober lalu, terjadi pembobolan dana nasabah Bank BNI senilai Rp58,9 miliar. Polisi sudah menetapkan tiga tersangka dalam kasus tersebut.

Baca Juga  Kehadiran Hendrata di Desa Wai Ina Tuai Protes Warga
 MI/SASKIA ANINDYA PUTRI
Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri, Komisaris Besar Pol Asep Adi Saputra

Semalentara itu, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Mohamad Roem Ohoirat mengatakan, Tim dari Reskrim Mabes Polri telah tiba di Ambon sejak hari Senin (25/11/2019) lalu.

Tim supervisi tersebut dipimpin Kombes Pol. Wahyu Widodo dan Kombes Pol. Didik Wijanarko. Didik sudah tidak asing lagi di Maluku. Ia merupakan mantan Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease.

Selama di Ambon, tim bersama penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku, kemudian melakukan gelar perkara kasus itu. Dalam gelar perkara, sejumlah masukan disampaikan untuk ditindaklanjuti Ditreskrimsus Polda Maluku.

“Ada masukan-masukan dari tim yang nanti akan ditindaklanjuti oleh penyidik. Hasil gelar perkara, kasus ini tetap jalan,” kata Ohoirat

Baca Juga  Jelang Pemilu 2019, Kadus Tanjung Sial himbau warga jaga kamtibmas

Selain itu, gelar perkara yang dilakukan pada Selasa (26/11/2019), kemudian dilanjutkan pada hari ini Kamis (28/11/2019), hasilnya belum ditetapkan tersangka baru.

“Belum ada tersangka baru. Tapi potensi untuk tambahan tersangka baru itu ada,” kata juru bicara Polda Maluku ini.

Proses penyidikan masih terus berjalan. Siapapun yang terbukti berada dalam pusaran kasus tersebut akan tetap ditindak sesuai hukum yang berlaku. (red/keket)