Barnabas Orno, Balada Wagub yang Tak Dianggap

oleh -10.080 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: “Kekasih Yang Tak Dianggap” adalah lagu yang kembali dipopulerkan oleh Pinkan Mambo.

Lagu ini pertama kali dibawakan oleh Kertas Band tahun 2009.

Lirik lagu ini membicarakan nasib seorang kekasih yang tidak dianggap oleh pasangannya, namun si kekasih tetap bersabar, seperti penggalan liriknya berikut ini:

Sebagai kekasih yang tak dianggap
Aku hanya bisa mencoba mengalah
Menahan setiap amarah

Link Banner

Sebagai kekasih yang tak dianggap
Aku hanya bisa mencoba bertahan
kuyakin kau kan berubah.

Tapi kita tidak sedang membicarakan Pingkan Mambo dan lagu Kekasih yang Tak Dianggap. Kita akan berbicara tentang wakil gubernur yang tak dianggap.

Sebagaimana sudah menjadi mahfum bagi warga Maluku, terutama mereka yang menetap di Kota Ambon bahwa, selain tidak pernah melihat gambar Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno pada berbagai alat peraga di ruang publik seperti baliho, spanduk maupun banner, wakil gubernur ini juga jarang muncul di ruang-ruang pemberitaan media massa di daerah ini maupun di acara-acara pemerintah.

Ada tapi seperti tiada. Nasib Orno ibarat kekasih yang tak dianggap. Posisinya diperlakukan benar-benar seperti ban serep.

Baca Juga  Tolak Kepsek Baru, Siswa SMAN 2 Halsel Gelar Unjuk Rasa

Kepada jurnalis porostimur.com yang bertanya soal perlakuan yang diterimanya, Selasa (20/4/2021) di ruang kerjanya, Barnabas hanya bilang,… “Tidak dipasang di baliho dan lain sebagainya juga tidak apa-apa, toch semua orang Maluku mengetahui kalau dirinya adalah wakil gubernur”.

“Tidak apa-apa, Saya jalani saja dengan sabar dan berserah. Kan Tuhan tidak buta juga tidak tidur,” ungkapnya.

Barnabas sungguh tidak mempermasalahkan apa yang dialaminya. Dia justru meminta agar tidak perlu dibesar-besarkan.

Ditanya apa permintaannya selama dua tahun menjadi wakil gubernur Maluku namun tidak pernah dipenuhi oleh para bawahannya, Barnabas mengaku Ia punya dua permintaan yang hingga kini tak kunjung dipenuhi. Padahal selaku wakil gubernur, Dia sudah berulangkali memintanya Sekretaris Daerah, Kasrul Selang dan Kepala Biro Umum Setda Provinsi Maluku.

Baca Juga  Otsus di Papua Mati, Dewan Gereja Papua Tagih Isi Dua Surat Pastoral

“Iya ada dua hal kecil saja yang saya minta. Pertama Laptop untuk Saya pakai bekerja dan kedua sepeda motor untuk keperluan rumah tangga di rumah dinas wakil gubernur,” ujarnya.

Barnabas mengaku dirinya pernah diberikan laptop ketika awal-awal menjabat, namun laptop tersebut telah rusak, sehingga Ia terpaksa meminjam laptop milik anaknya kalau bekerja.

Sedangkan sepeda motor itu untuk dipakai oleh pegawai rumah tangga yang akan berbelanja ke pasar atau kebutuhan lain rumah dinas wakil gubernur, karena selama ini, para pegawai rumah tangga selalu meminjam sepeda motor milik Satpol PP yang berjaga di kediaman wakil gubernur.

Barnabas mengaku miris, sebagai orang nomor dua di provinsi ini, keinginan dan permintaannya yang sudah disampaikan berulang-ulang tak bisa juga dipenuhi.

Baca Juga  Hasil Rapid Test Negatif Tak Jamin Tidak Terinfeksi Corona

“Saya sedih dan merasa miris, masa seorang wakil gubernur minta hal kecil seperti itu tidak digubris,” pungkasnya. (tim)