Barnabas Orno Sesalkan Pemberitaan Soal Pematangan Lahan Tiakur Oleh Salah Satu Media di Maluku

oleh -129 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno akhirnya memberikan klarifikasi terkait pemberitaan salah satu media cetak yang memuat namanya dalam kasus dugaan korupsi Rp8 miliar pematangan lahan di Tiakur.

Orno membantah keras adanya pemakaian dana sebesar Rp8 Miliar untuk pematangan lahan di tiakur. Hal ini diungkapkan saat memberikan keterangan pers di ruang kerjanya, Jumat, (13/12).

Berita dengan judul “Titik Terang Pematangan Lahan Tiakur”, Ada Abas Orno di Ponsel Banjar Nahor” dinilai tendensius dan tidak objektif.

Menurut mantan Bupati Kabupaten MBD ini, pematangan lahan di Kota Tiakur hanya menelan biaya kurang lebih Rp3 miliar dan sisanya tidak lagi diturunkan karena adanya demonstrasi.

“Titik terang pematangan lahan tiakur, Abas Orno ada di ponsel Banjar Nahor” yang pertama dulu, ini kalau pemberitaan bicara soal Rp8 miliar ini seakan-akan saya ada korupsi sebesar Rp8 miliar padahal sesungguhnya Rp8 Miliar. Bantuan GBU untuk pematangan lahan itu hanya Rp3 miliar lebih yang dipakai lalu sisanya Rp4 miliar lebih tidak bisa lagi diturunkan karena waktu itu demo macam-macam akhirnya tidak bisa lagi,” tandas Orno.

Baca Juga  Warga Amasing Sambut Baik "Siloloa" Tim Usman-Bassam

Orno juga mengungkapkan harus adanya cek and balance dalam pemberitaan, karena dengan adanya pemberitaan ini sangat merugikan dirinya baik secara pribadi maupun keluarga.

Wakil Gubernur Maluku ini, sangat menyayangkan mengapa hingga berita ini diturunkan tidak ada klarifikasi terhadap dirinya dan kroscek kebenarannya. Bahkan dirinya menduga adanya kepentingan politik dibalik pemberitaan ini.

“Saya tahu bahwa ini kilas balik dari kepentingan politik di Maluku Barat Daya. Berita seperti ini hanya menghancurkan orang punya nama baik orang membantu di sana, saya mau bilang kalau ada bukti fisik bawa ke KPK dan kejaksaan, Jangan bermain seperti ini menggiring opini ini semacam menjeratkan,” ungkap Orno.

Baca Juga  Siti Zuhro Ungkap Alasan Mengapa RUU HIP Patut Ditolak

Orno sendiri menduga pimpinan umum dari media cetak dimaksud menggagas dan mendriver salah satu kandidat calon Bupati. Bahkan Orno mengatakan jika ada bukti fisik terkait kasus dugaan korupsi Rp8 miliar yang diduga ada keterlibatannya, silahkan dilaporkan ke KPK dan Kejaksaan.

Dirinya meminta kepada rakyat Maluku agar tidak langsung percaya dengan berita tersebut.

“Saya minta rakyat Maluku jangan mempercayai pemberitaan soal Rp8 miliar ini, datang dan tanya saya jangan baca mestinya memberikan pemberitaan itu yang mendidik, ini kan menjerumuskan” ungkapnya. (shinta)