Basarnas Belum Bisa Tentukan MV Nur Allya Dibajak atau Tenggelam

oleh -80 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Badan SAR Nasional (Basarnas) sampai belum dapat memastikan, apakah kapal kargo MV Nur Allya mengalami kecelakaan laut seperti tenggelam, atau kemungkinan adanya pembajakan kapal.

Dalam keterangan pers, Kepala Sub Direktorat Pengerahan Potensi dan Pengendalian Operasi SAR Basarnas Agus Haryono mengatakan, status kapal MV Nur Allya sampai saat ini masih dalam proses pencarian.

Dilansir dari Kompas.com, mantan Kepala Basarnas Jawa Tengah ini membanarkan bahwa dalam pencarian dan penyisiran, ditemukan adanya bukti berupa sebuah sekoci dengan tumpahan minyak.

Pencarian dilakukan melalui jalur laut, darat dan udara di wilayah perairan Maluku Utara hingga Maluku.

Link Banner

Namun, temuan itu menurut dia belum cukup kuat untuk menarik sebuah kesimpulan terkait status kapal tersebut.

Baca Juga  Lima Tahun Gedung Rawat Inap PKM Falabisahaya Tidak Difungsikan

“Saat ini kapal masih dalam proses pencarian. Lifeboat dan tumpahan minyak belum kuat. Memang itu indikasi, tapi itu belum kuat, makanya harus dilakukan pencarian lebih lanjut, termasuk upaya kita dengan KNKT hari ini dengan melakukan pencarian,” kata Agus di Kantor Basarnas Ternate, Maluku Utara, Rabu (4/9).

Menurut Agus, hilangnya kapal MV Nur Allya menjadi perhatian dari pusat.

Menurut dia, Kepala Basarnas juga menaruh perhatian besar terkait masalah ini, sehingga Basarnas pusat mendukung penuh upaya pencarian ini MV Nur Allya.

Hal yang sama disampaikan Kepala Basarnas Ternate, Muhammad Arafah bahwa pihaknya belum dapat berandai-andai, apakah kapal itu tenggelam ataupun dibajak.

Baca Juga  DitLantas Polda Maluku sosialisasi larangan penggunaan rotator dan sirine
Tim SAR Gabungan masih terus melakukan pencarian. (Foto: Dok. Basarnas)

Sebab, sejauh ini belum ada saksi yang melihat ataupun adanya keterangan dari masyarakat atau dari 25 anak buah kapal (ABK).

Menurut Arafah, yang ada saat ini baru sebatas sekoci yang ditemukan di perairan Obi dan itu diakui milik MV Nur Allya berdasarkan hasil identifikasi pihak perusahaan PT Gurita Lintas Samudera.

Terkait tumpahan minyak yang ditemukan di bagian selatan Pulau Obi, Halmahera, sejauh ini Basarnas masih menunggu hasil identifikasi.

Sementara, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Ternate Kolonel Wisnu Kusardianto mengatakan, dalam kurun waktu beberapa tahun ini, jalur laut relatif aman untuk dilewati kapal.

Sementara, terkait dugaan pembajakan, menurut Wisnu, ada beberapa indikasi yang perlu dilihat.

Baca Juga  Soal Tapera, Demokrat Bilang Pemerintah Cari Duit dari Rakyat

“Kami minta kepada semua pihak untuk mohon bersabar, sambil menunggu rekan kita dari KNKT melakukan penyelidikan,” kata Wisnu. (RTL/red/kompas.com)