Basarnas Gunakan Pendeteksi Signal Distress untuk Cari MV Nur Allya

oleh -74 views
Link Banner

Porostimur.com | Labuha: Pencarian kapal MV Nur Allya yang hilang kontak kembali dilakukan Rabu (28/8) dengan menggunakan KN SAR Pandudewanata.

Tim rescue dilengkapi alat pendeteksi sinyal marabahaya (signal distressDirection Finder (DF) menuju Perairan Laut Halmahera, Pulau Obi, Maluku Utara, yang merupakan lokasi terakhir kapal memancarkan signal distress.

KN SAR Pandudewanata juga berkomunikasi dengan KN Ular 405 milik Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI via Radio Marine Ch.16. KN Ular 405 melakukan pencarian di radius 15 Nm dari Pulau Kekek, Obi.

Selain itu, tim gabungan juga berpapasan dengan KM Sereniti 09 yang sedang melintas di perairan sekitar lokasi. Namun KM Sereniti 09 tidak menemukan tanda-tanda keberadaan MV Nur Allya ataupun benda-benda yang dicurigai kapal tenggelam.

Link Banner

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate, Muhammad Arafah mengatakan, setibanya di lokasi signal distress, tim SAR gabungan langsung melakukan deteksi sesuai koordinat yang ada dengan menggunakan DF selama ± 1 jam. Hasilnya, signal distress terdeteksi lemah.

Baca Juga  Penjual Ikan Musiman Datangi eks Kantor Bupati. ini Tuntutannya

Di sekitar lokasi tersebut juga tidak ditemukan adanya benda-benda atau tumpahan minyak yang dicurigai dari MV Nur Allya.

Tim SAR juga melakukan pemantauan dan koordinasi dengan Kantor SAR Ambon dan instansi Potensi SAR, terkait keberadaan kapal MV Nur Allya.

Kasub Sie Operasi dan Siaga Kansar Ternate selaku OSC melaksanakan koordinasi dan pemapelan kepada seluruh unsur terkait serta potensi SAR namun hasilnya nihil.

Pukul 18.25 WIT KN SAR Pandudewanata kembali ke Pelabuhan Babang dikarenakan cuaca yang mulai memburuk dengan hasil pencarian nihil dan akan dilanjutkan kembali.(red)