Bassam Kasuba Kinjungi Warga Korban Kebakaran di Amasing Goro

oleh -37 views
Link Banner

Porostimur.com | Labuha: Calon Wakil Bupati Halmahera Selatan Hassan Ali Bassam Kasuba mengunjungi korban kebakaran di Desa Amasing Goro, Kecamatan Bacan, Rabu (16/09).

Peristiwa naas yang manghanguskan dua rumah milik warga setempat itu, terjadi pada Rabu sekira pukul 04:00 WIT dini hari tadi,

Calon wakil bupati yang berpasangan dengan Usman Sidik dan didukung 9 partai politik yakni PKB, PKS, PSI, PAN, Demokrat, Golkar, PDI-Perjuangan, Berkarya dan PKPI itu meluangkan waktu untuk hadir dan mendengar keluhan dua kerluarga yang menjadi korban kebakaran.

Anak sulung Muhammad Kasuba, mantan Bupati Halsel dua periode ini menyampaikan rasa prihatin terhadap kejadian yang menimpa keluarga Sania Arifin (45) dan Aji Arifin (48). Kejadian naas yang dialami kedua bersaudara yang memilki rumah berseblahan ini diperkirakan mengalami kerugian hingga ratusan juta.

“Torang tra bisa kase salamat barang-barang dalam rumah. Torang lari dengan pakaian badan kasihan untuk kase salamat torang pe nyawa,” kata Sania Arifin, disela-sela kunjungan Bassam Kasuba, Rabu (16/9).

Baca Juga  Mario Kempes, Pemenang Piala Dunia yang Mengakhiri Karier di Indonesia

Sania menceritakan kejadian terjadi sekira pukul 4.00 WIT subuh tadi. Api bermula dari pangkalan minyak milik Sania tepat di depan rumahnya, namun sampai saat ini belum diketahui penyebabnya seperti apa hingga terbakar.

Lanjut Sania, yang ikut terbakar empat kendaraan roda dua, ijazah milik anaknya yang saat ini kerja sebagai bidan dan ijazah salah satu anaknya yang saat ini bekerja di perusahaan pertambangan.

Selain ijazah kedua anaknya itu ada juga berkas milik anak-anaknya yang masih duduk di bangsu sekolah serta barang berharga lainnya.

“Ijazah anak saya dan berkas-berkas penting yaitu sertifikat rumah dan masih banyak lagi barang berharga yang tabakar habis,” cerita Sania sambil menangis saat ditemui Bassam Kasuba dilokasi.

Baca Juga  PB HMI Nilai Statement Adian Napitupulu Sesatkan Publik

Dia mengaku rumahnya yang terbakar ini tidak bisa direhab karena semua telah ludes terbakar maka dari itu apabila ditempati kembali harus dibangun ulang dari awal.

Nenek dua cucu itu mengaku saat kejadian dirinya bersama dua cucunya yang masih belita dan anak-anak serta suaminya sementara tertidur pulas.

“Torang tujuh orang tidor dalam rumah, kalau rumah seblah punya kaka dorang dua orang deng anaknya karena kaka pe laki so meninggal,” cerita Sania dengan nada pilu. (adhy)