Bawa Nama KNPI Bela Widya Pratiwi Murad, Saiful Chaniago Tuai Kecaman

oleh -1.388 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Ulah Saiful Chaniago yang menyeret KNPI dalam persoalan video viral joget-joget Widya Pertiwi Cs, mendapat kecaman dari para pemuda di Maluku.

Ketua Karakter KNPI Maluku, Abdussalam Hehanussa, kepada Porostimur.com menilai, dasar pembelaan terhadap istri gubernur Maluku itu berlebihan di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

Hehanussa yang akrab disapa Alan itu bilang, seharusnya Widya menjadi panutan dan contoh yang baik bagi masyarakat.

Alan juga mengatakan, selaku generasi muda yang kritis sebaiknya jangan karena ada kepentingan kelompok-kelompok tertentu lalu membela dengan membabi-buta dan menggadaikan idealisme sebagai pemuda.

“Terhadap publik yang menilai hal yang tidak wajar yang diperlihatkan oleh istri seorang pemimpin di tengah pandemi seperti saat ini, teman pemuda sebaiknya mencari solusi terbaik dalam meredam hiruk pikuk. Bukan malah mengatas namakan pemuda untuk mengambil keuntungan dan mendzolimi masyarakat.

Baca Juga  Trotoar Licin di Ambon Viral, ini Penjelasan Dinas PUPR Maluku

“Pemuda sebagai lokomotif perubahan harus objektif dan lebih arif melihat persoalan publik agar tidak terkesan aneh oleh masyarakat, Apalagi KNPI saat ini tengah berupaya melakukan rekonsiliasi. Semoga generasi muda lebih cerdas melihat persoalan publik dengan akal sehat ditengah pandemi ini,” pungkasnya.

Senada dengan Hehanussa, Mantan Ketua KNPI Maluku, Periode 2008-2011, Asmin Matdoan pun menyesalkan ulah Chaniago.

Menurutnya, KNPI adalah wadah berkumpul dan berhimpun berbagai organisasi kepemudaan, sehingga KNPI harusnya berdiri di atas kepentingan pemuda dan masyarakat.

“Jang masuk KNPI baru belajar. Tapi belajar dulu baru masuk KNPI. Kalau seng nanti bikin KNPI jadi lelucon,” ujarnya.

Sementara itu, aktivis KNPI yang kini bergabung di Partai Gelora, Latuconsina Mo mengatakan, KNPI adalah organ pemuda yang salah satu tugasnya mengontrol pemerintah agar roda pemerintahan berjalan dengan benar dan baik.

Baca Juga  Kompolnas RI Hadiri Upacara Penutupan Diktuk Bintara Polri Tugas Umum di SPN Polda Papua

“Jangan membenarkan sesuatu biar dianggap benar. Beta ulangi sekali lagi PPKM itu lahir dan ada akibat ketidakpatuhan terhadap prokes.
anjuran pakai masker, cuci tangan, jaga jarak dan segala anjuran-anjuran lainnya itu bukan baru kemarin pas diberlakukan PPKM darurat/mikro tapi sudah hitung tahun.Ini bukan soal PPKM semata tetapi soal pelanggaran Prokes,” ungkapnya.

“Kemarin petugas biking mama-mama papalele dong seng kaluar konfrensi pers. Bagini baru samua kaluar rame-rame,” pungkas Latuconsina. (tim)

No More Posts Available.

No more pages to load.