Bawaslu Bidik Sejumlah Kadis di Kepulauan Sula

oleh -55 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ternate : Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Maluku Utara saat ini membidik sejumlah Kepala Dinas di jajaran Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula, terkait dugaan keterlibatan politik praktis.

Komisioner Bawaslu Maluku Utara, Aslan Hasan ketika dikonfirmasi mengatakan, berdasarkan hasil investigasi di lapangan ada sejumlah pimpinan SKPD terlihat di lapangan ikut dalam rombongan tim kampanye dan terlibat dalam kampanye yang dilaksanakan Partai Demokrat di beberapa titik lokasi.

Tak hanya itu menurut Aslan, Sejumlah pimpinan SKPD juga aktif mengikuti Bupati Sula Hendarta Theys dalam berbagai kegiatan konsulidasi pemenangan calon anggota DPR RI yang juga isteri Bupati Sula, di beberapa lintas kabupaten dan kota di Maluku Utara.

Baca Juga  Pencoblosan kondusif, Kapolda beri apresiasi masyarakatdan TNI

“Bawaslu telah melakukan investigasi terkait keterlibatan sejumlah pimpinan SKPD, di antaranya, IH, AU, AFU pada kegiatan politik praktis, jika telah rampung kita mulai dengan tahapan proses selanjutnya,” kata Aslan Hasan, Selasa (9/4) via pesan whastup.

Link Banner

Menurut Aslan, awalnya juga telah ada laporan masyarakat ke Bawaslu terkait pemasangan baliho salah satu calon anggota DPR RI asal Partai Demokrat. Bawaslu juga menemukan indikasi pendanaan pemasangan baliho dari yang bersangkutan.

“Setelah ada laporan kita langsung temui masyarakat di lokasi pemasangan baliho, memang pengakuan masyarakat IH, AU, dan AFU yang mendanai pemasangan baliho”, ungkapnya.

Dikatakan Aslan Hasan, ASN yang tidak netral bisa dijerat dengan Pidana Pemilu. Untuk itu, dia berharap agar ASN dapat menjaga netralitasnya dengan tidak terlibat keberpihakan terhadap peserta pemilu.

Keterlibatan ASN dalam tim kampanye, kata Aslan diatur dalam pasal 280 ayat 2 UU Pemilu,dimana masuk dalam pidana pemilu dengan ancaman hukuman penjara 1 tahun dan denda Rp12 juta.

Baca Juga  Gubernur Lantik 35 Pejabat di Lingkup Pemprov Maluku

Akademisi Universitas Khairun Ternate ini juga menambahkan pada prinsipnya semua indiksi pelanggaran akan ditindaklanjuti.

Untuk sula beberapa waktu terakhir memang banyak informasi tentang keterlibatan pejabat dalam kampanye. Dan dari bahan yang dikumpulkan melalui investigasi ada dugaan kuat ke arah itu. Oleh karenanya dalam minggu ini Proses penanganannya akan jalan dan terus dikembangkan”, pungkas Aslan. (raka)