Bawaslu dan 6 Instansi Bentuk Pokja Penanganan Pelanggaran Protokol Kesehatan Pilkada Serentak 2020

oleh -26 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, bersama DKPP, Kemendagri, TNI, Kepolisian, Kejaksaan dan Satgas Covid-19 membentuk kelompok Kerja (Pokja) Penanganan Pelanggaran Protokol Kesehatan di Pilkada 2020.

Pokja ini akan mengawal seluruh proses tahapan Pilkada Serentak 2020 hingga rampung, khususnya terkait kepatuan protokol kesehatan. Pokja dipimpin oleh Bawaslu.

“Kami berupaya mencegah supaya tidak terjadi lagi kerumunan massa pendukung pada tahapan Pilkada Serentak 2020,” ungkap Ketua Bawaslu RI Abhan dalam keterangannya, Jumat (18/9/2020).

Seluruh pihak yang terlibat akan berupaya menghalau terbentuknya kerumunan dari massa pendukung calon kepala daerah.

Link Banner

Mengingat masih ada beberapa tahapan ke depan yang berpotensi membentuk kerumunan.

Seperti saat tahapan pengumuman penetapan pasangan calon pada 23 -24 September 2020. Saat tahapan ini, ada potensi kerumunan baik euforia kebahagiaan maupun luapan kekecewaan.

Baca Juga  Kakanwil Kemenag Malut Buka Perkemahan Pemuda Lintas Agama

Pasalnya pada waktu tersebut akan diumumkan paslon yang memenuhi syarat dan tidak memenuhi syarat.

Kemudian tahapan masa kampanye yang begitu lama yakni selama 71 hari dimulai 26 September – 5 Desember 2020, serta saat tahapan pemungutan dan penghitungan suara pada 9 Desember 2020.

“Ini berdasarkan pengalaman yang pernah terjadi. Harus ada evaluasi bersama supaya tidak terjadi kerumunan yang bisa menjadi penularan Covid-19,” ucap Abhan.

“Kami merumuskan aturan penegakan disiplin dan sanksi hukum yang lebih tegas pada seluruh tahapan Pilkada Serentak 2020,” imbuhnya.

Pokja Penanganan Pelanggaran Protokol Kesehatan akan melakukan sejumlah upaya, antara lain menyelenggarakan deklarasi bagi peserta pemilihan untuk patuh, khususnya soal pengerahan massa.

Baca Juga  Brandon Kent Resmi Masuk Tim Aerowolf Divisi Esport Mobile Legends

Kepolisian akan menindak pelanggar protokol kesehatan Covid-19 sesuai tingkatan SOP yang ditetapkan.

Pokja dibentuk mulai dari Bawaslu tingkat pusat hingga Bawaslu Provinsi dan Kabupaten/Kota, juga mengikutsertakan instansi terkait.

Pada 23 September 2020 akan dikgelar penandatanganan pakta integritas soal kepatuhan protokol kesehatan bagi paslon. (red/Tribunnews)