Bawaslu Halsel Periksa 3 Kepala OPD yang Diduga Kampanyekan Petahana

oleh -96 views
Link Banner

Porostimur.com | Labuha: Terkait keterlibatan oknum pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang diduga kuat mengkapanyekan Bupati Halsel saat melakukan Kunjungan Kerja (Kuker) di Desa Saosangadji, Kecamatan Obi Barat pekan kemarin, telah dipanggil Badan Pengawas Pemilihan umum (Bawaslu) Halsel guna melakukan pemeriksaan atas peristiwa yang beredar pada video berdurasi 2 menit 3 detik.

Sebelumnya pada video tersebut 7 pimpinan SKPD di lingkup Halsel dipanggil oleh bupati Bahrain Kasuba satu-persatu untuk melakukan aksi kampanye.

Diketahui dari 7 Pimpinan itu Bawaslu baru memeriksa 3 Oknum ASN yakni Kadis Infokom, Ardiani Radjiloen, Kadis Pemberdayaan perempuan dan KB, Aisyah Badaruni, dan Kadis Nakertrans, Fahri Nahar Ketiganya Pimpinan tersebut diduga telah menyalahi aturan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN)

Baca Juga  Gantikan Persija, Persipura Jadi Wakil Indonesia di AFC Cup

Kordinator Devisi Hukum Penindakan Pelanggaran Bawaslu Halsel, Asman Jamel saat dikonfirmasi porostimur.con melalui via WhatsApp, Selasa (18/02/2020) membenarkan proses pemanggilan dan pemeriksaan tiga pejabat dilingkup Pemkab Halsel telah dilakukan Bawaslu siang tadi.

“Siang tadi sudah kami lakukan klarivikasi di 3 Kadis dan selanjutnya besok kami lanjutkan pemeriksaan ke 4 Kadis yang juga diduga terlibat dalam mengkapanyekan Bupati Petahana, “Jelasnya.

Lanjut Asman, soal pelanggaran itu sudah diatur dalam ketentuan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 Aparatur Sipil Negara (ASN). Kemudian, sesuai pasal 2 huruf (f), setiap ASN tidak berpihak dari segala pengaruh manapun dan tidak memihak kepada siapapun dan pada pasal 9 ayat 2 UU, ASN harus bebas dari pengaruh dan intervensi semua golongan dan partai politik.

Baca Juga  Tak Sekadar Sepakbola. Liverpool adalah Jalan Kiri di Inggris

“Jadi tiga Kepala Dinas tadi mereka kami panggil untuk dimintai klarifikasi dugaan keterlibatan dalam politik praktis. Pastinya, kami dari Bawaslu Halsel akan mengawal dan melakukan pemeriksaan terkait dengan pelanggan yang dilakukan ASN tersebut, “Cetus Asman.

Asman bilang, dari hasil pemeriksaan tersebut dirinya mengaku belum bisa diberikan keterangan untuk di publis dikarenakan masih dalam tahapan proses, pasalnya besok pihaknya menjadwalkan memanggil oknum lainnya yang diduga terlibat.

“Untuk soal hasil belum bisa di gublis pada pablik karena masih dalam taraf pemeriksaan dan besok kami rencanakan lakukan pemeriksaan pasa oknum lainnya,” tutup Asman. (adhy)