Porostimur.com, Ambon – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Maluku berkolaborasi dengan Kohati Badko Maluku menggelar kegiatan Bacarita bertema “Perkuat Konsolidasi Demokrasi yang Inklusif Voor Maluku Pung Bae”, Sabtu (7/2/2026), di Kedai Coffee Fo, Kampus Darussalam Ambon.
Kegiatan ini menjadi ruang dialog antara penyelenggara pemilu dan organisasi perempuan dalam mendorong penguatan demokrasi yang inklusif, khususnya melalui peran perempuan dalam pendidikan politik, pengawasan partisipatif, dan regenerasi kepemimpinan.
Peran Strategis Perempuan dalam Demokrasi
Anggota Bawaslu Provinsi Maluku, Astuti Usman, S.Ag., M.H., C.Med., menegaskan organisasi perempuan memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi politik kepada masyarakat serta membangun kesadaran demokrasi yang berkeadilan.
Menurut Astuti, kolaborasi antara Bawaslu dan organisasi perempuan perlu terus diperkuat, termasuk dalam membangun relasi dengan partai politik sebagai bagian dari ekosistem demokrasi.
“Organisasi perempuan memiliki posisi penting dalam proses edukasi politik, regenerasi kader, serta menyiapkan kepemimpinan perempuan ke depan,” ujar Astuti.
Ia juga memaparkan sejumlah agenda strategis yang perlu disiapkan secara berkelanjutan, antara lain tahun 2027 sebagai fase menyiapkan penyelenggara pemilu, tahun 2028 sebagai tahap menyiapkan calon anggota DPR, penguatan regenerasi kader perempuan, mempersiapkan kepemimpinan perempuan pengganti, serta penyusunan rekomendasi bersama untuk mempengaruhi kebijakan.









