Bawaslu Maluku Utara Temukan 80.308 Data TMS Masuk Daftar Pemilih

oleh -75 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Maluku Utara merinci secara akumulatif total pemilih yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS) tapi tercatat dalam daftar pemilih.

Dari total jumlah pemilih delapan daerah Pilkada se-Maluku Utara sebanyak 765.885 pada A.KWK, dimana data pemilih TMS yang masuk dalam daftar pemilih ditemukan ada sebanyak 80.308.

Rinciannya, Kota Ternate 27.684, Tidore Kepulauan 8.765, Halmahera Utara 6.351, Halmahera Barat 7.429, Halmahera Timur 6.130, Halmahera Selatan 10.564, Kepulauan Sula 8.493 dan Kabupaten Pulau Taliabu 4.892.  

Sebaliknya, secara akumulatif ditemukan total sebanyak 39.387 pemilih yang memenuhi syarat (MS), namun tidak masuk dalam daftar pemilih. Dengan rincian, Kota Ternate 2.629, Tidore Kepulauan 4.091, Halmahera Utara 9.018, Halmahera Barat 3.872, Halmahera Timur 4.859, Halmahera Selatan 4.554, Kepulauan Sula 6.160 dan Pulau Taliabu 4.204.

“Angka tersebut merupakan hasil pengawasan Bawaslu terhadap tahapan pencocokan dan penelitian (cokit) di delapan kabupaten/kota yang melaksanakan Pilkada 2020,” ujarnya Ketua Bawaslu Provinsi Maluku Utara, Muksin Amrin, SH, MH kepada wartawan dalam konferensi pers di Kantor Bawaslu, Jumat (14/8/2020).

Baca Juga  Ajak masyarakat hindari provokasi, Relawan Bara JP Maluku longmarch

Sementara ada juga temuan Bawaslu terdapat pemilih yang tidak jelas keberadaannya sebanyak 23.016. Sehingga kata Muksin Amrin dapat dikatakan pemilih fiktif. “Artinya, pemilih ini nama dan alamat ada di A.KWK tetapi orangnya tidak berdomisili dalam alamat tersebut termasuk tidak juga dikenal,” kata Muksin Amrin.

Menurut Muksin, secara umum masih banyak persoalan-persoalan data pemilih yang harus diselaraskan dan dibenahi oleh jajaran KPU Provinsi Malut, terkhusus bagi KPU di delapan daerah. “KPU harus jujur mengatakan kepada public A.KWK bermasalah,” pintanya

Dimana, kata dia, sesuai data tersebut banyak jumlah pemikih TMS karena beberapa faktor. Diantaranya, pemilih yang sudah meninggal dunia, anggota TNI/Polri, pemilih pindah domisili namun tidak diketahui alamatnya, pemilih belum 17 tahun, dan pemilih bukan penduduk setempat.

Baca Juga  Duran Duran Rilis ‘Anniversary’ Untuk Album Baru Mereka, “Future Past”

Selain itu, Bawaslu juga mendapati sedikitnya 10.333 pemilih bukan alamat setempat. Pemilih Ganda sebanyak 12.561 serta pemilih yang telah berubah status menjadi TNI-Polri sebanyak 581 orang. Dan yang sementara dicabut hak pilihnya terdapar 1 orang. “Yang dicabut hak pilihnya yaitu mantan bupati Haltim,” katanya.

Sedangkan terdapat juga orang yang sudah meninggal dunia tetapi masuk dalam daftar sebagai pemilih sebanyak 8.290 dan terbanyak di kota Ternate yakni 2.523. “Ini yang wartawan sering menulis orang meninggal terdaftar sebagai pemilih,” sebutnya.

Meskipu begitu, Muksin Amrin mengaku angka tersebut akan bertambah sebab masih terdapat beberapa Bawaslu masih terkendala akses data dari kecamatan karena jaringan internet. (red)