Bayi Hidrosefalus di Tidore Butuh Bantuan

oleh -97 views
Link Banner

Porostimur com | Ternate: Rifka Abdullah, bayi berusia 11 bulan itu mengidap Hidrosefalus (penumpukan cairan dalam rongga fertikel otak) sejak usia 1 bulan.

Anak seorang petani kelapa ini, baru dirujuk ke Rumah Sakit Umum Darah (RSU) Tidore Kepulauan, pada Jumat (13/03/2020) pelantikan lalu, sekira pukul 10. 00 WIT.

Rifka adalah anak kedua dari pasangan suami istri Abdullah Rauf (39 tahun) dan Rini At (31 Tahun), warga Desa, Bale, Oba, Tidore Kepualan, Maluku Utara. Mereka tinggal di rumah semi permanen berukuran 4×3 meter dan hanya memilik satu kamar.

Pasien Rifka menempuh jarak sekira sejam lebih dari rumah menuju Pelabuhan Loleo, menggunakan ambulans Puskesmas Telagamori.

Dari Pelabuhan Speed boat, Rifka kemudian dibawa menempuh jalur laut ke Tidore, dan tiba di RSU sekira pukul 10.00 WIT.

Sartika Hasan, Bidan Desa Puskesmas Payahe yang tinggal di Desa Bale, bertetangga dengan pasien mengisahkan, awalnya, saat Rifka berusia satu bulan, sudah diperiksa oleh dokter di Puskesmas Telagamori.

Baca Juga  Sambut Pemilu, KPU Papua Barat gelar pagelaran seni budaya

Saat itu juga, dokter sudah memberikan edukasi, bahwa Rifka menderita Hidrosefalus dan harus dioperasi.

“Bahkan tiap hari, petugas kesehatan selalu datang ke rumah Rifka. Memeriksa kondisinya. Mengajak orangtua Rifka agar pasien segera mendapat perawatan medis,” ungkap Sartika.

Hingga, pihak puskesmas pun memfasilitasi, membuat BPJS.Sartika terus berusaha meyakinkan orang tua Rifka untuk bisa sama-sama mencari jalan keluar agar Rifka segera berobat.

Lima hari lalu, tepatnya pada Sabtu (7/03/2020), Sartika berkunjung lagi ke rumah Rifka.

“Saya melihat orang tua Rifka terkendala banyak hal. Saya bilang, ini adalah tanggung jawab bersama (Rifka harus mendapat perawatan medis),” ungkap Sartika.

Berselang beberapa menit, setelah mengatakan itu, orang tua Rifka pun menyetujui, agar teman-teman bisa secara bersama membantu meringankan Rifka berobat.

Dilansir porostimur.com dari cermat, saat ini, Rifka sudah berada di ruang anak. Meski begitu, dokter anak belum ada.

“Kabarnya, nanti Senin baru dokter ada,” ungkapnya.

Baca Juga  Tempat Karantina di KKT Tidak Layak

Sartika bilang, yang pastinya, Rifka akan dirujuk ke Makassar atau Manado, untuk dioperasi. Soal pengobatan ditanggung BPJS, namun, pihak keluarga akan membutuhkan biaya selama berobat di luar Maluku Utara.

“Namun, kami belum tahu pasti berapa besar biaya yang akan dibutuhkan oleh keluarga dan pasien selama operasi di luar Maluku Utara,” ungkap Sartika.

Rifka butuh uluran tangan kita semua untuk kesembuhannya. Bagi pembaca yang ingin membantu, dapat menyalurkan donasi bagi Rifka melalui rekening berikut:

(red/rtm/cermat)