Bayi yang Lahir di Pesawat Lion Air Masih Lemah

oleh -38 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Lion Air Group mengkonfirmasi adanya penanganan satu penumpang bernama Anastasia Geavani yang melahirkan di dalam pesawat udara. Penumpang tersebut dalam perjalanan Merauke–Jayapura– Makassar– Jakarta.

Lion juga memastikan bahwa penanganan proses persalinan sudah sesuai standar prosedur (SOP). Namun, kondisi bayi laki-laki yang lahir di dalam pesawat Lion Air di atas ketinggian 30.000 kaki dari atas permukaan laut melemah.

Hingga kini masih dirawat dalam tabung inkubator di rumah sakit umum daerah dr. haulussy ambon. Sementara itu, sang ibu dalam kondisi sehat dan hanya menjalani perawatan di rumah

Bayi berjenis kelamin laki-laki ini masih dirawat intensif di ruang kebidanan, RSUD Dr Haulussy, Kota Ambon, Maluku. Sang bayi yang belum diberi nama ini terpaksa harus di rawat dalam tabung inkubator karena kondisinya yang masih lemah.

Dia pun diberi bantuan pernapasan untuk menjaga kondisinya. Menurut keterangan pihak rumah sakit, bayi tersebut lahir prematur dengan umur kehamilan baru enam bulan.

Baca Juga  Mutasikan ASN, akar AGK didiskualifikasi Bawaslu Malut

“Berat badannya pun terhitung ringan/ yang hanya mencapai 1 kilogram,” ujar Kasubag Humas RSUD Dr Haulussy Nurima Rumra, Ambon, Kamis (19/11/2020).

Dirinya mengatakan, bayi itu sendiri hingga kini belum diberi nama oleh kedua orang tuanya. Sementara itu, sang ibu cukup sehat dan tengah menjalani masa pemulihan di rumahnya.

Sebelumnya, Lion Air Group mengkonfirmasi adanya penanganan satu penumpang bernama Anastasia Geavani yang melahirkan di dalam pesawat udara pada. Penumpang tersebut dalam perjalanan Merauke–Jayapura– Makassar– Jakarta.

Lion juga memastikan bahwa penanganan proses persalinan sudah sesuai standar prosedur (SOP). Lion Air telah mempersiapkan penerbangan JT-797 secara tepat, pesawat Boeing 737-900ER registrasi PK-JT sebelum diberangkatkan sudah menjalani pemeriksaan sebelum keberangkatan serta dinyatakan laik dan aman untuk terbang (airworthy for flight).

Baca Juga  5 Lagu yang Bisa Kamu Dengarkan saat Natal

Kru yang bertugas dalam kondisi sehat, serta seluruh penumpang telah menjalani pemeriksaan sebagaimana ketentuan yang berlaku.

Kira-kira 50 menit dari jadwal terbang, pendamping dari penumpang dimaksud meminta bantuan kepada awak kabin bahwa mengeluh sakit perut dan meminta air putih hangat.

Pimpinan awak kabin (senior flight attendant/ SFA) bernama Novitalia bersama kru kabin lainnya menghampiri langsung guna mengetahui kondisi aktual penumpang.

Setelah mendapatkan informasi detail, SFA segera melakukan pengumuman (announcement) apakah dalam penerbangan terdapat profesi dokter.

Satu penumpang atas nama Marthina Setiawati Randabunga mengaku sebagai dokter dengan menunjukkan identitas resmi serta dokumen pendukung lainnya.

Koordinasi dan kerjasama yang baik antara awak kabin dan dokter, proses persalinan (melahirkan) penumpang termasuk penanganannya tersebut berjalan normal, dilakukan di kursi bagian belakang. Ibu dan anak dalam keadaan sehat serta selamat.(red/okezone)