BBM Jenis Permium Mulai Dihilangkan di Kepulauan Sula

oleh -24 views
Link Banner

Porostimur.com – Sanana Pemberhentian pengunaan Bahan Bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Permium di Kepulauan Sula, akan di hentikan saat ini sudah di mulai adanya pengurangan stok dan rencananya di tidakan untuk penguna kendaraan baik roda dua maupun roda empat, Hal itu di sampaikan langsung oleh Kepala Disperindagkop kepulauan Sula, Djena Tidore, Jum’at (8/10/2021).

Hal itu saat ini mulai di sosialisasikan atas himbauan dari Badan Pengatur Hilir Minyak Gas dan Bumi (BPH-MIGAS) Repoblik Indonesia kepada pemerintah daerah melalui Zoom Miting beberapa hari lalu.

“Jadi untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) Jenis Permium sesuai program BPH-MIGAS akan di tiadakan, sehingga saat ini di kepulauan Sula mulai di kurangi stoknya dan perlahan-lahan akan di hilangkan dan akan di gantikan dengan minyak Jenis Pertalite dan Pertamax dan untuk minyak Solar dan Minyak tanah Masi tetap jalan,” ujarnya.

Baca Juga  Trie Utami dan Tompi kolaborasi lewat "Kamu"

Ia juga menyampaikan, Akan segra berkoordinasi dengan Organda dan Dinas Perhubungan untuk membantu mensosialisasikan ini kepada Pengguna Transportasi baik roda dua dan roda empat sehingga ini bisa di sampaikan tersosialisasikan sebelum penghapusan BBM Jenis Permium ini tidak lagi ada di kepulauan Sula.

“Kami butuh tangan Organda dan Dishub untuk mensosialisasikan hal ini, karena ini sudah di wacanakan dari awal tahun,  olehnya itu sebelum ini benar-benar di terapkan, targetnya penguna jasa transportasi baik kendaraan bermotor dan mobil sudah tahu dan tidak lagi di persoalkan karena ini program pemerintah Pusat kita hanya perpanjangan tangan saja,” jelasnya.

Dikatakan, sesuai data yang di terima untuk Maluku Utara, kabupaten kota yang masi menggunakan BBM jenis Permium ini tersisa dua kabupaten dan di targetkan akhir tahun sudah tidak ada.

Baca Juga  Ananda Badudu, Penggalang Donasi Aksi Mahasiswa Ditangkap Polisi

“Untuk 10 kabupaten kota di Maluku Utara, tersisa 2 kabupaten yang masi menggunakan BBM Jenis Permium, satu di Halmahera saya tidak tau persis kabupaten apa dan satu lagi di kepulauan Sula,” cetusnya

Djena bilang, dirinya akan terus melakukan pengawasan, sehingga tidak dalm kondisi sosialisasi ini tidak ada SPBU maupun sub penyalur yang sengaja melakukan penimbunan minyak jenis permium di Kepulauan Sula.

“Jelasnya belum ada pemberitaan secara serentak, sehingga saya tegaskan kami sebagai lembaga pengawas akan memberikan sangsi tegas bagi Pemilik SPBU maupun Sub Penyalur yang sengaja melakukan tindakan penimbunan BBM di Kepulauan Sula,” imbuhnya. (ifo)

No More Posts Available.

No more pages to load.