Bekunjung ke Halsel, Ini Pesan Kapolda Malut

oleh -41 views
Link Banner

Porostimur.com | Labuha: Kepala Kepolisian Daerah Polda Maluku Utara (Malut) Irjen Pol Drs Rikwanto Menyampaikan kepada Seluruh masyarakat Kabupaten Halmaheras Selatan (Halsel) Dengan menghadapi jalan proses Pemilihan Kepala daerah (Pilkada) harus tetap di jaga ketertiban Demokrasi.

Menurutnya, Masyarakat sudah cukup sadar dengan adanya pesta demokrasi tersebut, sebab dan tetap menjujung tinggi dan tetap menjaga pelaksana pilkada serentak yang akan di laksanakan pada tanggal 9 Desember nanti.

Kemudian lanjut Kapolda, bagi pihak-pihak atau bakal calon Bupati Halsel yang mengikuti Proses pilkada agar selalu menjaga jalannya pesta demokrasi tersebut,

” Olehnya itu kepada Bakal calon kepala daerah yang saat ini telah mengikuti proses Demokrasi tetap menjaga keamanan dan ketertiban, dan untuk pihak-pihak bakal calon kepala daerah yang belum beruntung mengikuti proses pilkada agar sama-sama tetap mengawal proses demokrasi ini,” Tegas Kapolda Malut Irjen Pol Rikwanto Kepada sejumlah Awak media, Selasa (22/09/2020)

Link Banner

Selain itu kata Kapolda, jadi jangan ada hal-hal yang dapat merusak prosesnya demokrasi atau jalanya pilkada yang tidak lama lagi akan berjalan,

Baca Juga  Museum Musik Indonesia, Siap Arsipkan Majalah Musik dan Bantu Ambon sebagai Kota Musik Dunia

” kalau ada hal-hal yang merasa kurang pas dalam prosesesi pilkada salurkan saja kepada koridor hukum yang ada,” pungkas kapolda

TERNATE- Terkait dengan kedatangan Kepala Kepolisian Daerah Polda Maluku Utara (Malut) Irjen Pol Drs Rikwanto di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Dalam rangka Kunjugan kerja (Kungker), Selasa (22/09/2020).

Menurutnya kedatangan dirinya di Halmahera selatan yang pertama kujungan kerja, kemudian mengingat di tanggal 23 september besok jelang penetapan bakal calon bupati dan memantau pengamanan dalam penghadapi pilkada yang akan dilaksanakan pada 9 Desember mendatang.

Untuk situasi kondusif secara umum masih tetap kondusif. tapi hanya ada beberap unjuksa yang dilakukan, namun kita pantau masuk pada Undang-undang koridor no 9 1998.

Baca Juga  Lakoni Laga Tandang Pra Nasional Liga 3, Persiter Siap Curi Poin di Stadion Mandala Remaja Ambon

Kapolda mengatakan, Aksi yang di gelar kemarin di kantor Badan pengawasan pemilu (Bawaslu) ada perbuatan anarkis sehingga mengakibatkan adanya kerusakan Aset Negara itu sudah melanggar hukum, dan itu akan ada sangsi hukum.

” Kita akan mengambil tindakan agar para petugas tau, dimana batas-batas wilayah saya yang diberikan hak oleh UU dan mana yang sudah melampaui batas,” Tegas Jendral Dua bintang itu. Sembari menyebutka ini maksuknya adalah untuk menegagkan keamanan dan ketertiban selama proses pilkada ini berlangsung. (adhy)