Belain Desak China Terbuka dan Akomodatif dalam Masalah Uighur

oleh -71 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Bela Indonesia (BELAIN) menilai narasi pemerintah RRC soal pemberitaan tentang etnis Uighur dan aksi solidaritas kemanusiaan di seluruh dunia, seakan-seakan bersumber dari informasi HOAX, tidak objektif dan tendensius berpihak kepada kelompok radikal dan teroris, hanya menambah sinisme publik karena dinilai sebagai taktik kontra propaganda paranoid komunis pemerintah RRC untuk menutupi aksi persekusi di camp penjara Uighur di Provinsi Xinjiang.

Hal ini dikatakan Direktur Belain, Abdussalam Hehanussa kepada media pers di Jakarta, Rabu (25/12/2019).

Menurut Hehanussa, pernyataan ini dikeluarkan setelah lembaganya melakuian analis terhadap perkembangan dinamika perang opini antara aktor-aktor operator politik Partai Komunis Cina (PKC) dan aktor-aktor diplomatik Republik Rakyat Cina (RRC) di berbagai negara soal isu etnik minoritas Uighur di RRC.

Baca Juga  Pemimpin Tertinggi Iran Tolak Tawaran Berunding dengan AS

Hal mana menurutnya terlihat nyata bahwa pemerintah RRC, hanya fokus melakukan operasi politik menggalang dukungan diplomatik “sikap senyap” beberapa negara untuk mendukung RRC, termasuk dukugan Indonesia.

“Bela Indonesia menyatakan sikap terbuka kepada pemerintah RRC, melalui Duta Besar RRC untuk Indonesia Xiao Qian, agar lebih pro aktif menjumpai tokoh-tokoh generasi muda, publik, nasionalis dan umat Islam Indonesia agar akses konfirmasi aktual tentang alasan politik, hukum dan keamanan terhadap 2 juta etnik Uighur yang ditahan secara masal di camp-camp penjara di provinsi Xinjiang dapat diverifikasi secara objektif dan jangan hanya menutupi sisi kelemahan keahlian counter opini internasional di bidang HAM, dengan menyebarkan informasi data umum tentang keberadaan 20 ribu masjid, aktifnya pembinaan 29 ribu personel ulama negara, dan gratisnya pendidikan 12 tahun di Xinjiang,” beber Hehanussa.

Baca Juga  Kapolda Maluku Terima Kunjungan Silaturahmi Kerukunan Keluarga Toheru Telutih

BELAIN juga menyerukan, pemerintah RRC agar segera menugaskan operator politik PKC di Xinjiang, Chen Quanguo, untuk memberi akses informasi khusus kepada Menteri Luar Negeri RI dan mendiskusikan program kombinasi kontra propaganda perang proxy teror, perekrutan teroris, kaderisasi radikal dan ekstrimisasi separatis kelompok ETIM dan RITT di Xinjiang, agar publik nasionalis dan relijius di Indonesia ikut menyimak adanya keterkaitan jaringan kelompok radikal, ekstrimis dan teroris Al Qaeda Idonesia-RRC dan ISIS Indonesia-RRC. (red/rtl)