Belain Dukung Sikap Pemerintah Indonesia Terkait Perbudakan WNI di Kapal Ikan RRT

oleh -252 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Bela Indonesia (Belain) mendukung penuh sikap investigasi aktif dan advokasi terhadap WNI oleh Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi dan Mentri KKP, Edi Prabowo terhadap kasus perbudakan dan nasib WNI pekerja kapal ikan RRT, Long Xing 629 dan Tian Yu 8 di lautan Pasifik barat.

Sikap ini dikeluarkan Belain selelah melihat sikap publik medsos indonesia tersinggung dan marah atas berita, ada 15 orang ABK Indonesia disiksa oleh pemilik kapal ikan RRC.

Dirktur Belain, Abdussalam Hehanussa mengatakan, tiga WNI tewas dan dilarung ke lautan Pasifik barat dan satunya lagi wafat di kota Busan, korea selatan merupakan tindakan penyiksaan.

Penyiksaan tersebut menurutnya baru tersingkap pada tanggal 24 april, ketika kapal ikan RRC berlabuh di Busan.

Hehanussa bilang, Warga Negara Indonesia pekerja kapal ikan RRC tidk menerima gaji selama setahun kontrak kerja. Mereka juga hanya diberikan honor Rp. 150.000 setiap bulan. Perlakuan kejam mafia ikan RRC ini menurutnya, juga terjadi juga di kendari dengan modus berbeda.

Baca Juga  Sinopsis 'Parasite', Film Terbaik Oscar 2020 yang Diejek Trump

Belain juga menyikapi WNA pekerja aal RRC ditemukan memiliki KTP palsu Indonesia untuk bekerja di sulawesi tenggara.

“Fakta adanya jaringan mafia RRC beroperasi di Indonesia semakin tersingkap di Morowali, Konawe dan Weda. Aksi masa nasionalis mengusir WNA RRC semakin terkonsolidasi di tengah wabah Covid-19 yang bersumber dari kota wuhan, RRC dan menimbulkan bencana kemanusiaan seluruh Indonesia”, ujarnya.

Lebih jauh Hehanussa menyatakan, publik Indonesia semakin sengsara karena akibat dampak pandemik Covid-19 asal RRC.
Sedangkan kota Hubei, asal virus corona, sudah mulai dibanjiri 7,5 juta turis domestik. Sedangkan di Indonesia sudah 1500 hotel tutup dan mem- PHK karyawan, 1.367 perusahan bangkrut secara operasional, 12.776 WNI terinveksi corona dan 930 orang sudah tewas.

Baca Juga  Satgas Yonif RK 732/Banau Temukan 6 Bom Rakitan Sisa Konflik di Saparua

Oleh sebab itu, Belain mendukung penuh sikap penolakan dan desakan publik Sulawesi Tenggara atas rencana kedatangan 500 WNA RRC yang bekerja di PT. VDNI di Kabupaten Konawe. Alasan MENKUMHAM No. 11 tahun 2020 pasal 3 ayat (1) huruf F, yang menjamin TKA WNA RRC, harus juga menghormati kebijakan pemda dan tokoh masyarakat yang menolak.


“Memonitori ancaman situasi global dan tekanan keamanan domestik terhadap WNI, akibat pandemik Covid-19, teror mafia kapal ikan dan pekerja tambang asal RRC, kami pimpinan organisasi Bela Indonesia menyerukan kepada semua elemen aktifis nasional, relijius dan milenial untuk ikut memviralkan kasus perbudakan oleh pemilik kapal ikan RRC terhadap ABK WNI, kasus KTP Palsu TKA WNA RRC, di seluruh Indonesia”, pungkas Hehanussa. (red)