Belajar Mengajar Tersendat, SMPN 12 Seram Barat Minim Infrastruktur

oleh -216 views
Link Banner

@Porostimur.com | Piru : Minimnya infrastruktur yang dimiliki, menyebabkan proses belajar-mengajar pada SMPN 12 Seram Bagian Barat yang berlokasi di Dusun Olas, Desa Lokki, Kecamatan Huamual, mengalami ketersendatan.

Infrastruktur dimaksud yang masih belum tersedia antara lain pagar sekolah, kamar mandi/WC, Ruang Kantor hingga Laboratorium Komputer.

Saat berhasil dikonfirmasi wartawan, Selasa (24/9), hal ini pun dibenarkan Kepala SMPN 12 Seram Barat, Akida Lahi.

Kekurangan infrastruktur ini, akunya, cenderung memperlambat proses belajar mengajar-mengajar bahkan berpotensi membahayakan para siswa.

”Untuk SMPN 12 Seram Barat masih banyak kekurangan  infrastruktur, baik itu berupa pagar sekolah, laboratorium komputer dan ruang kantor. Dan kekurangan ini sangat membahayakan dan memperlambat kami dalam meneyelenggarakan proses pendidikan. Sebab keamanan dan kenyamanan kita dapat terganggu,” ujarnya.

Baca Juga  Supaya Lebih Bahagia, Ini Pentingnya Memiliki Body Positivity dalam Hidup

Keberadaan pagar permanen, jelasnya, akan sangat membantu pihaknya dalam menjamin keamanan para peserta didik, maupun keberadaan aset-aset yang dimiliki sekolah.

”Seperti tidak memiliki pagar sekolah, otomatis bahaya yang mengancam dari luar itu begitu banyak. Di antaranya, hewan peliharaan warga akan bisa menerobos masuk halaman sekolah dengan leluasa, terjadi pencurian atau perusakan fasilitas sekolah, karena tidak memiliki pagar yang permanen, sehingga rentang kendali pihak pendidik pun menjadi kewalahan,” jelasnya.

Masih belum adanya kamar mandi/WC, Ruang Kantor hingga Laboratorium Komputer, tegasnya, turut menghambat proses belajar-mengajar pada sekolah dimaksud.

Mirisnya lagi, terangnya, kendala dimaksud sudah disuarakan pihaknya kepada instansi yang membawahinya, namun tak ada realisasi bantuan sama sekali hingga saat ini.

Baca Juga  Garap rumah orang, Nahat diamankan polisi

”Kekurangannya bukan hanya pagar sekolah melainkan Laboratorium komputer,  ruangan guru /Kantor dan WC. Empat item ini yang menjadi kendala kita di SMPN 12 Seram Barat ini. Apalagi, jumlah siswa yang begitu banyak hingga 184 siswa. Dari kekurangan ini kami dari pihak sekolah telah melakukan pengusulan kepada Dinas Pendidikan SBB, tapi sampai saat ini belum terealisasi entah apa alasanya kami juga belum mengetahui itu,” tegasnya.

Diharapkannya, instansi terkait hingga stakeholder pendidikan lainnya mampu mengulurkan tangan kepada pihaknya untuk menuntaskan hambatan-hambatan yang dialami pihaknya itu.

”Olehnya itu kami dari pihak sekolah meminta kepada Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat, melalui Dinas Pendidikan agar dapat membantu kami dalam menyelesaikan masalah yang melilit kami selama ini. Bantuan dari pihak terkait yang memperhatikan pendidikan, sangat kami butuhkan. Jika tidak, maka proses belajar mengajar dan pendidikan di sekolah kami menjadi tersendat, sebab kekurangan infrastruktur,” pungkasnya. (doddy)