Benarkah Ajal Datang Sesuai Kebiasaan ketika Hidup? Begini Penjelasannya

oleh -27 views

Orang beriman pasti mengetahui bahwa kematian akan mengikuti kebiasaan saat hidupnya. Dan orang beriman akan menyadari betul bahwa kematian akan kapan saja bisa menghampiri dan tidak akan pernah keliru dalam hitungannya, maka dia akan menjauhi perbuatan dosa dari kesyirikan, bid’ah (menganggap ibadah padahal bukan/sesuatu yang baru dan mengada-ada) serta maksiat lainnya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلِكُلِّ اُمَّةٍ اَجَلٌ ۚ فَاِ ذَا جَآءَ اَجَلُهُمْ لَا يَسْتَئۡخِرُوْنَ سَا عَةً وَّلَا يَسْتَقْدِمُوْنَ

“Dan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun.” (QS. Al-A’raf : 34)

Dalam kitab Shahih Tirmidzi disebutkan dalam hadis Shahihnya, bahwa Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan”, yaitu kematian”. (HR. Tirmidzi).

Baca Juga  Sudah 5 Hari, Polisi Belum Temukan Perempuan pada Kasus ASN Maluku Utara Pakai Sabu-sabu

Diterangkan dalam Risalah Majmu’ Fatawa, Ibnu Utsaimin berkata bahwa hendaknya manusia banyak merenung karena sebenarnya setiap orang senantiasa dalam bahaya disebabkan kematian selalu mengintai dan tidak ada batas waktu yang diketahui.

Terkadang seorang manusia keluar dari rumahnya dan tidak kembali kepadanya (karena mati), terkadang manusia duduk di atas kursi kantornya dan tidak bisa bangun lagi (karena mati), terkadang seorang manusia tidur di atas kasurnya, akan tetapi dia malah dibawa dari kasurnya ke tempat pemandian mayatnya (karena mati). Hal ini merupakan sebuah perkara yang mewajibkan kita untuk menggunakan sebaiknya kesempatan umur, dengan taubat kepada AllahAzza wa Jalla.

No More Posts Available.

No more pages to load.