Benarkah Meninggal di Tanah Suci Adalah Kemuliaan?

oleh -6 views
Ketika musim haji, selalu ada jemaah yang meninggal dunia di sana yang akhirnya dimakamkan di pemakaman di Tanah Suci ini. Foto ilustrasi/ist

Benarkan meninggal di Tanah Suci adalah kemuliaan? Pertanyaan ini banyak ditanyakan oleh setiap muslim, terutama bagi yang hendak menunaikan ibadah Haji atau Umrah .

Dengan adanya pernyataan meninggal di Tanah Suci adalah kemuliaan, membuat tak sedikit jamaah tetap memaksakan diri untuk berangkat haji atau umrah meski tengah dalam kondisi sakit parah.

Sebenarnya penjelasan tentang meninggal di Tanah Suci, baik di Makkah maupun Madinah sudah banyak dijelaskan dalam berbagai riwayat dan hadits. Berikut ini penjelasannya.

Penjelasan Meninggal di Tanah Suci adalah Kemuliaan

Meninggal di Tanah Suci, terutama ketika sedang menunaikan ibadah haji memang memiliki keutamaan dan kemuliaan tersendiri bagi umat muslim. Bahkan keutamaan dan kemuliaan yang dijanjikan terbilang sangatlah besar.

Baca Juga  Peluk Sayang Putrinya di Depan Publik, Sikap David Beckham Tuai Kontroversi

Salah satunya adalah, barang siapa yang meninggal di Tanah Suci ketika sedang menunaikan ibadah haji maka akan meninggal dalam keadaan husnul khatimah dan diyakini mendapat jaminan dari Allah SWT berupa masuk surga tanpa hisab.

Keutamaan dan kemulyaan tersebut didasarkan dari riwayat dari Abu Hamid al-Ghazali (w. 505 H) dalam karya monumentalnya, Ihy Ulumiddin, dimana Rasulullah SAW pernah bersabda :

“Barang siapa yang berangkat haji dan umrah, lalu meninggal (dalam perjalanan), Allah akan membalasnya berupa pahala haji dan umrah sampai hari kiamat. Dan siapa yang mati di salah satu tanah terlarang, maka dia tidak akan dimintai pertanggungjawaban, maka akan dikatakan kepadanya, ‘Masuklah ke surga’.” (HR. al-Baihaqi).

No More Posts Available.

No more pages to load.