Benarkah Vaksin Corona Sinovac Bikin Besar dan Panjang Alat Kelamin Pria 3 Cm? Ini Jawaban Dokter

oleh -164 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Beredar kabar vaksin corona bisa memperpanjang penis.

Media sosial tengah dihebohkan dengan kabar terkait efek samping vaksin covid-19.

Dalam unggahan yang viral itu, disebutkan jika vaksin covid-19 dapat memperbesar ukuran kelamin pria atau penis.

Ditulis juga efek sampingnya mampu memperpanjang ukuran penis hingga sekitar 3 cm.

Sontak kabar tersebut langsung memancing reaksi yang beragam.

Menanggapi hal tersebut menurut Ahli Patologi Klinis sekaligus Wakil Direktur RS UNS Tonang Dwi Ardyanto kabar tersebut tidak benar alias hoax.

“Itu tidak benar,” tegasnya, seperti dilansir dari Tribunnews, Sabtu (10/1/2021).

Dari segi medis sendiri, kata Tonang tak ada efek samping vaksin covid-19 mampu memberbesar ukuran penis.

Bahkan untuk efek samping lain juga belum dapat dibuktikan secara ilmiah.

“Sejauh ini tidak ada,” katanya.

Hal tersebut berlaku bagi semua jenis vaksin covid-19.

Baik vaksin China National Pharmaceutical Group Corporation (Sinopharm), Pfizer-BioNTech, Oxford-AstraZeneca, Moderna mapun jenis vaksin Sinovac.

“Sejauh ini demikian,” pungkasnya.

Gelatin Babi

Selain hoax soal memperpanjang penis itu, dr Tonang juga meluruskan disinformasi soal vaksin yang beredar di masyarakat.

Satu informasi beredar, vaksin mengandung gelatin babi, sehingga haram bila disuntikkan ke tubuh.

Dokter Tonang meluruskan, pada zaman dahulu, gelatin babi memang sempat digunakan untuk pembuatan vaksin.

“Tapi kini teknologi sudah maju, sehingga pembuatan vaksin tidak perlu lagi menggunakan bahan tersebut,” kata Tonang. 

Sinovac Terbuat dari Virus Corona

Pemerintah Indonesia telah mendatangkan 3 juta vaksin Covid-19 buatan Sinovac yang merupakan perusahaan asal China.

Baca Juga  Malam ini Gempa M 4.0 Kembali Guncang Ambon dan Kairatu

Kini pemerintah sudah mendistribusikan vaksin tersebut ke berbagai daerah dengan pengamanan ketat.

Diketahui, Sinovac memiliki metode inactivated untuk mematikan virus, sehingga vaksin virus corona mereka tidak mengandung virus hidup atau yang dilemahkan. Sinovac telah melakukan tahap uji klinis untuk memastikan keamanannya. 

Cara kerja vaksin Sinovac lawan virus corona

Dirangkum dari New York Times, berikut 6 cara kerja vaksin Sinovac: 

1. Terbuat dari virus corona

Untuk membuat CoronaVac, para peneliti Sinovac memulainya dengan mengambil sampel virus corona dari pasien di China, Inggris, Italia, Spanyol, dan Swiss. Satu sampel dari China akhirnya menjadi dasar pembuatan vaksin.

CoronaVac bekerja dengan membuat antibodi untuk melawan virus corona SARS-CoV-2. Antibodi menempel pada protein virus. 

2. Menonaktifkan virus corona 

Para peneliti menumbuhkan stok besar virus corona di sel ginjal monyet. Kemudian, mereka menonaktifkan virus dengan bahan kimia yang disebut beta-propiolakton. Virus corona yang tidak aktif tidak bisa lagi bereplikasi. Tetapi, protein mereka tetap utuh.

Para peneliti kemudian menarik virus yang tidak aktif dan mencampurkannya dengan sejumlah kecil senyawa berbasis aluminium yang disebut adjuvan. Adjuvan merangsang sistem kekebalan untuk meningkatkan responsnya terhadap vaksin.

3. Mendorong respons kekebalan tubuh

Karena virus corona di vaksin Sinovac sudah mati, maka bisa disuntikkan ke tubuh manusia tanpa menyebabkan Covid-19. Begitu masuk ke dalam tubuh, beberapa virus yang tidak aktif ditelan oleh sejenis sel kekebalan yang disebut sel pembawa antigen.

Baca Juga  AHY ziarahi makam Syeh Abu Bakar di Batu Merah

Sel yang membawa antigen merobek virus corona dan memunculkan beberapa fragmen di permukaannya. Lalu, sel T dalam tubuh mendeteksi fragmen tersebut. 

Jika fragmen cocok dengan salah satu protein sel, sel T menjadi aktif dan dapat membantu merekrut sel kekebalan lain untuk merespons vaksin.

4. Membuat antibodi

Jenis sel kekebalan lain, sel B juga dapat menghadapi virus corona yang tidak aktif. Sel B memiliki protein dalam berbagai bentuk, dan beberapa mungkin memiliki bentuk yang tepat untuk menempel pada virus corona. 

Ketika sel B terkunci, ia dapat menarik sebagian atau seluruh virus dan menampilkan fragmen virus corona di permukaannya. Sel T membantu mencocokkan fragmen dengan sel B.

Jika cocok, sel B juga diaktifkan, berkembang biak, dan mengeluarkan antibodi untuk melawan virus corona. 

5. Menghentikan virus

Setelah divaksinasi dengan vaksin Sinovac, sistem kekebalan tubuh dapat merespons infeksi virus corona hidup. Sel B menghasilkan antibodi yang menempel pada virus corona dan mencegah virus memasuki sel. Jenis antibodi lain dapat memblokir virus dengan cara lain.

6. Mengingat virus

Setelah divaksinasi, sistem kekebalan tubuh memiliki sel khusus yang disebut sel B yang mungkin menyimpan informasi tentang virus corona selama bertahun-tahun atau bahkan beberapa dekade.

Dana Harus Tersedia

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan pemerintah memiliki anggaran untuk penyediaan hingga proses vaksinasi yang dilaksanakan secara gratis.

Sebab, vaksinasi Covid-19 merupakan program utama pemerintah tahun ini.

Adapun target masyarakat yang akan mendapatkan vaksin gratis serta jumlah vaksin yang diperlukan akan bergantung pada perhitungan Kementerian Kesehatan.

Baca Juga  Cerita dari Sagutora - Dehepodo

“Kami ikuti saja. Kalau kemarin disampaikan 182 juta, kemudian dengan berapa lama akan dilakukan itu kami mengikuti saja,” jelas Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa, Rabu (6/1/2021).

“Apakah anggaran tersedia? Ya harus disediakan karena prioritas,” jelas dia.

Sri Mulyani menegaskan, pemerintah memiliki ketersedian anggaran lantaran belanja negara tahun ini dialokasikan Rp 2.750 triliun di dalam APBN 2021.

Anggaran tersebut pun bsia direalokasi untuk vaksin yang merupakan kebutuhan utama tahun ini.

Sri Mulyani sebelumnya sempat memperkirakan untuk anggaran vaksinasi sendiri diperkirakan bakal mencapai lebih dari Rp 74 triliun.

Pemerintah sendiri telah mengalokasikan angagran vaksinasi sebesar Rp 60,5 triliun tahun ini dengan anggaran pengadaan vaksin sebesar Rp 18 triliun. Sri Mulyani juga telah menyiapkan sisa anggaran tahun 2020 sebesar Rp 47,07 triliun untuk program vaksinasi tahun ini.

“Kalau tidak punya? Ya pasti ada karena ini prioritas. Jangan lupa APBN 2021 itu total anggaran belanja mencapai Rp 2.750 triliun. Jadi kami bisa melakukan realokasi dalam Rp 2.750 triliun itu untuk vaksin yang menjadi utamanya,” jelas Sri Mulyani.

Petugas medis menunjukkan contoh (dummy) vaksin covid saat simulasi vaksinasi Covid-19. Juru Bicara Vaksinasi Covid-19, dr Siti Nadia Tarmizi, menyampaikan alur bagi penerima vaksin Covid-19. (red/tribunnews)