Bentrok Massa Black Lives Matter di Seattle, AS: 21 Polisi Luka, 45 Ditangkap

oleh -25 views
Link Banner

Porostimur.com | Seattle: Aksi demonstrasi Black Lives Matter masih terjadi di sejumlah wilayah Amerika Serikat. Terbaru, aksi demonstrasi itu berujung rusuh di Seattle, Portland, Oregon, Sabtu 25 Juli

Dikutip dari Reuters, Ahad (26/7/2020), 45 pendemo ditangkap sementara 21 polisi terluka. Kerusuhan itu disebut sebagai salah satu yang terparah di Seattle.

“Pada pukul 10 malam (05.00 GMT), polisi telah melakukan 45 penangkapan sehubungan dengan kerusuhan hari ini di Kawasan Timur,” tulis Kepolisian Seattle di akun media sosial Twitternya.

“21 petugas (polisi) menderita luka-luka setelah diserang oleh batu bata, mortir/ bahan peledak lainnya. Sebagian besar petugas dapat kembali bertugas. Satu dirawat di rumah sakit karena cedera lutut,” tambahnya.

Link Banner

Dalam kerusuhan itu, sejumlah massa Black Lives Matter juga membakar lokasi pembangunan untuk fasilitas tahanan remaja dan gedung pengadilan King County.

Baca Juga  KPU Halbar Gelar Bimtek Pemutahiran Data Pemilih ke PPK dan PPS

Bentrok massa Black Lives Matter Dipicu Penempatan Polisi Federal

Bentrok Massa Black Lives Matter di Seattle, AS: 21 Polisi Luka, 45 Ditangkap (657355)
Demonstran Black Lives Matter berunjuk rasa di depan Multnomah County Justice Center di pusat kota Portland, Oregon, AS, (25/7). Foto: Caitlin Ochs/REUTERS

Bentrokan itu dipicu oleh sejumlah aktivis yang memprotes penempatan polisi federal di Portland, Oregon.

Kepolisian Seattle memastikan, para anggotanya tidak menggunakan senjata tidak mematikan dalam upaya membubarkan ribuan demonstran.

Sebelumnya, Presiden AS, Donald Trump, mengatakan dirinya akan memperluas penempatan polisi federal hingga ke Seattle. Keputusan itu kemudian membuat marah pejabat lokal dan memicu kemarahan di kalangan pengunjuk rasa.

Selain ke Seattle, Trump juga mengirim polisi federal ke Chicago, Kansas City dan Albuquerque, hingga New Mexico.

Sementara gerakan Black Lives Matter mendapatkan momentum setelah kematian George Floyd yang meninggal dalam tahanan polisi di Minneapolis. (red/rtm/kump)