Bentuk karakter, profesi guru wajib dihargai

oleh -29 views
Link Banner

@Porostimur.com I Ambon : Seluruh warga negara wajib memberikan apresiasi kepada profesi guru pada berbagai level pendidikan.

Pasalnya profesi dimaksud memiliki usia yang jauh melebihi negara.

Sementara, lembaga yang mewadahinya yakni Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) justru memiliki usia yang sama tuanya dengan Republik Indonesia ini.

Selain sama tuanya lembaga yang mewadahinya, profesi guru sendiri merupakan profesi yang penting dan strategis dalam rangka membina bangsa dan negara kita.

Link Banner

Saat dikonfirmasi wartawan, di Ambon, Selasa (21/11), hal ini dibenarkan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy,SH.

Menurutnya, pencanangan HUT PGRI ke-72 tahun, pekan kemarin, merupakan momentum membangkitkan semangat mengedepankan kualitas profesi guru.

”Pentingnya profesi ini jelas telah dirumuskan dalam pembukaan UUD 1945, sebagai salah satu tujuan berbangsa dan bernegara kita yakni mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya.

Diakuinya, para founding father sejak 72 tahun yang lalu telah melihat profesi guru ini sebagai posisi penting dalam upaya membangun karakter bangsa kita.

Baca Juga  Pelayanan Publik di Maluku Tidak Maksimal

Bahkan masalah guru ini juga saudah disampaikannya ketika menjadi pembicara pada seminar internasional di Hiroshima Univercity, beberapa waktu lalu.

Materi yang disampaikannya, akunya, antara lain tentang cepat pulihnya Kota Ambon pasca didera konflik kemanusiaan sehingga menjadi sebuah kota yang menjanjikan masa depan yang cerah bagi  masyarakatnya.

”Pasalnya, Negeri Paman Sam itu juga pernah dilanda konflik. Sebagai upaya mengembalikan jati diri dan fungsi dimaksud, pemerintah Jepang juga mengirimkan para pemudanya keluar dari negeri dan mengabdi di tempat lain untuk menjadi seorang guru. Sehingga saat balik, bisa mengubah generasi baru yang cerah untuk jangka yang panjang,” tegasnya.

Menurutnya, pencanangan HUT PGRI jangan hanya sebatas basa basi belaka, mengingat yang harus dikedepankan adalah kualitas bukan kuantitas.

Baca Juga  Lima Komisioner KIP Maluku Resmi Dilantik

”Sebagai walikota, saya prihatin terhadap displin anak didik kita terutama upaya untuk terus mencintai nasionalisme dan kebangsaan kita, sebab tidak semua orang mendapat kesempatan untuk itu,” jelasnya.

Berangkat dari itu, tambahnya, profesi guru menjadi posisi sentral dalam membentuk dan mengembangkan pemahaman dan karakter yang lebih baik bagi generasi penerus.

”Oleh sebab itu, kita perlu merubah pola pikir kita, memberdayakan SDM, lalu satukan tekad kita dari Kota Ambon, dari Maluku, kita siapkan generasi Indonesia baru untuk generasi Indonesia jangka panjang,” pungkasnya. (Grace Pello)