Berantas narkoba, tembak mati pengedar dan bandar narkoba

oleh -39 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Para pengedar maupun bandar narkoba, sebaiknya ditembak mati jika kedapatan sedang melakukan transaksi berupa mengedarkan dan memperjualbelikan barang haram dimaksud.

Saat berhasil dikonfirmasi wartawan, di Ambon, Kamis (15/3), hal ini ditegaskan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Maluku, Brigjen Pol Drs Rusno Prihardito.

”Satu-satunya jalan menghilangkan peredaran narkoba di Maluku hanya dengan cara menembak mati para Bandar narkobanya yang kedapatan mengedar, menjual dan memakai narkoba,” tegas

Giatnya upaya BNNP Maluku beserta seluruh perangkatnya maupun bantuan dari masyarakat beserta seluruh elemennya dalam memberantas peredaran narkoba, akunya, berhasil menurunkan peringkat Maluku dari peringkat ke-5 penanganan narkoba tahun 2015, menjadi peringkat ke-5 di tahun 2017.

Link Banner

Dengan menurunnya peringkat itu, jelasnya, tidak serta merta menyurutkan upaya pemerintah beserta seluruh elemennya dalam memberantas peredaran narkoba dalam masyarakat.

”Saat ini 2 tersangka pengedara narkotika di Maluku berhasil diamankan oleh BNNP Maluku yaitu GT (31) dan  Dian. Untuk tersangka GT, warga Kamariang, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), yang tertangkap oleh BNNP Maluku tahun 2017 kemarin, berkasnya sudah dilimpahkan ke tahap II oleh Penyidik BNNP Maluku kepada Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Maluku. Proses hukumnya pun sudah dimulai dengan sidang perdana kasus tersangka GT pada Selasa (6/3) kemarin. Sedangkan untuk tersangka Dian, penyidik BNNP Maluku baru mengirimkan surat perintah dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Penyidik Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Maluku,” jelasnya.

Baca Juga  Untuk Jadi LIN, Pemprov Maluku Harus Kurangi Regulasi Yang Menghambat Investasi

Dari tangan GT sendiri, tegasnya, pihaknya berhasil menyita 1 unit mobil Avnasa, 2 buah sepeda motor, merk Yamaha dan merk Kawasaki Ninja RR 35 cc.

Selain itu, saat ini pihaknya telah melayangkan surat  persetujuan penyitaan rumah tersangka dari Badan Lelang Negara Dirjen Keuangan dan Pajak Provinsi Maluku.

Dimana, hingga kini pihaknya masih menunggu perintah dari instansi tersebut.

”Langkah ini dilakukan oleh BNNP Maluku sebagaimana dilakukan dalam tindak pidanan pencucian uang (TPPU) yang pertama kali dilakukan oleh BNNP Maluku untuk memutus mata randai sindikat peredaran Narkotika ke Maluku yang dilakukan oleh tersangka dengan adiknya yang berada di Kampung Ambon di Jakarta. Masyarakat di Kamariang pun sepakat dan menunggu untuk proses penyitaan rumah yang akan dilakukan oleh BNNP Maluku bersama dengan Badan Lelang Negara, Dirjen Keuangan dan Pajak Provinsi Maluku. Untuk adik  tersangka yang masih di kampung Ambon di Jakarta, hingga kini masih dalam pengejaran BNNP Maluku,” tegasnya.

Baca Juga  Pencoblosan kondusif, Kapolda beri apresiasi masyarakatdan TNI

Dijelaskannya, selain GT, pihaknya juga masih menunggu proses penyelidikan terhadap 2 pelaku pengguna dan penjualan narkoba lainnya, yaitu mantan Kasat Narkoba AKP YT dan Sekwan DPRD Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Markus Teken.

”Untuk tersangka AKP YT,yang telah menjalani proses tes urin dan hasilnya tidak kedapatan menggunakan narkoba masih tetap dalam asesmen BNNP Maluku. Sedangkan untuk tersangka Sekwan DPRD Kabupaten SBB, Markus Teken yang positif menggunakan narkoba, pihak BNNP Maluku masih menunggu prosedur hukum dari putusan Pengadilan Negeri Ambon kepada tersangka apakah tetap menjalani rehabilitas di BNNP Maluku berupa rawat jalan atau rawat inap di Lapas,” terangnya.

Dalam hal penanganan tersangka penyalahgunaan narkoba yang masuk asesmen BNNP Maluku tahun 2016/2017 kemarin, tambahnya, dapat disebutkan antara lain kegiatan penanganan rawat jalan (Rutan BNNP Maluku) berjumlah 362 orang, untuk penanganan tersangka yang rawat inap (Lapas kelas IIA Ambon) berjumlah 62 orang, kegiatan Tim Asesmen Terpadu  berjumlah 86 orang, kegiatan penanganan tersangka pasca rehabilitas berjumlah 17 orang.

Baca Juga  5.386 KK di Halbar Terima Bantuan Sosial Tunai (BST)

Dimana, penanganan kegiatan tersangka penyalahgunaan narkoba tahun 2016 berjumlah 511 orang, sedangkan untuk tahun 2107 berjumlah 118 kegiatan.

”Untuk proses pelaporan dan pengaduan penyalah gunaan narkotika di Maluku, BNNP Maluku telah membuka layanan, berupa layanan Cegah Narkoba Streaming Radio BNN, Facebook BNNP Maluku, Instagram bnnmaluku_offical, nomor telpon BNNP Maluku di 0911.34800 dan 0911.31200,” pungkasnya. (keket)