Berbagai Versi Jumlah Korban di Pasukan Rusia, Ini Kesaksian Warga Belarusia

oleh -183 views
Anggota layanan pasukan pro-Rusia berseragam tanpa lencana terlihat di jalan selama konflik Ukraina-Rusia di kota Volnovakha yang dikuasai separatis di wilayah Donetsk, Ukraina 15 Maret 2022. REUTERS/Alexander Ermochenko
Link Banner

Porostimur.com, Homel – Banyak angka muncul menyangkut jumlah korban tewas pada pasukan Rusia selama invasi ke Ukraina mulai 24 Februari 2022. Angka resmi dari Moskow, jumlah tentara mereka yang tewas dalam perang ini kurang dari 500.

Sementara  militer Ukraina menyatakan bahwa lebih dari 14.000 tentara Kremlin tewas sejak invasi Rusia, sedangkan perkiraan intelijen AS menyebutkan jumlahnya sekitar 7.000.

Menurut laporan Daily Mail mengutip Radio Free Europe/Radio Liberty pada Sabtu, 19 Maret 2022, kemungkinan korban tewas di pihak Rusia mencapai ribuan.

Ini berdasarkan video yang diunggah Radio Free Europe menunjukkan ambulans militer yang melalui kota Homel Belarusia pada awal Maret, dengan karyawan di rumah sakit klinis di kawasan itu mengklaim lebih dari 2.500 mayat telah dikirim kembali ke Rusia pada 13 Maret.

Sekarang staf medis Belarusia di Homel, di tenggara Belarus, menggambarkan kamar mayat penuh, dengan seorang penduduk kota Mazyr mengklaim, “Penumpang di stasiun kereta Mazyr terkejut dengan jumlah mayat yang dimuat di kereta. Setelah orang-orang mulai merekam video, militer menangkap mereka dan memerintahkan mereka untuk menghapusnya.”

Baca Juga  Facebook dan Instagram Akan Batasi Konten Soal Rokok dan Alkohol

Seorang dokter di rumah sakit kota utama Mazyr mengatakan, “Sebelumnya, mayat diangkut dengan ambulans dan dimuat di kereta Rusia. Setelah seseorang membuat video tentangnya dan tersebar di Internet, mayat-mayat itu dimuat di malam hari agar tidak menarik perhatian.”

Pejabat rumah sakit di Homel diduga mulai memulangkan pasien  karena banyaknya tentara Rusia yang terluka untuk dirawat.

Seorang warga yang dirawat di rumah sakit mengatakan, “Ada begitu banyak orang Rusia yang terluka di sana.”

Sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Belarusia dan Rusia tentang jumlah tentara yang dirawat di negara itu. (red/tempo)