Beredar Kabar Diculik, Aktivis HMI Ambon ini Ternyata Ditangkap Polisi

oleh -557 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Kabid PTKP HMI Cabang Ambon, Risman Wahab Soulissa yang ditangkap oleh sejumlah orang di Kawasan Poka Ahad kemarin, rupanya ditahan di Mapolresta Pulau Ambon dan Pp. Lease.

Penangkapan Soulissa itu sempat bikin heboh, bahkan di dunia maya beredar tagar “Pulangkan kawan Kami” atas nama Risman Wahab Soulissa Kabid PTKP HMI Cabang Ambon. 

Ketua Cabang HMI Ambon, Burhanudin Rumbouw membenarkan adanya penangkapan itu. Namun, ia belum bisah menyampaikan secara detail kronologis kejadiaan tersebut. 

“Ia benar. Kejadiaanya dia duduk dengan beberapa rekan di bundaran Poka. Kita belum bisa menyampaikan, ini masih kita kordinasi dulu,” akui Rumbouw.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. M Roem Ohoirat dalam keterangan tertulisnya membenarkanya adanya kejadiaan tersebut. Menurut Roem, Aktivis HMI, RWS itu bukan diculik akan tetapi diamankan oleh pihak Polresta Ambon. 

Baca Juga  Akar Dari Kekejian

“Yang bersangkutan diamankan oleh anggota Polresta Ambon terkait dengan dugaan menyebarkan informasi yang ditujukan untuk membuat rasa kebencian di masyarakat melalui akun media sosialnya,” akui Mantan Kapolres Aru itu. 

Dikatakan, saat ini aktivis tersebut berada di Polresta Ambon dan sedang diambil keterangan.

Sementara itu, WhatsApp grup para wartawan di Ambon, beredar laporan tertulis tentang kronologi penangkapan Riswan.

“Ijin melaporkan pada hari ini Minggu, tgl 25 Juli 2021, sekitar Pukul 19:20 wit telah dilakukan penangkapan terhadap Tersangka tindak pidana ujaran kebencian dan atau penghinaan dan atau menyiarkan berita hohong atas nama RISMAN SOLISSA bertempat di sekitaran pertigaan bundaran monument patung Dr. J. Leimena, dgn uraian penjelasan sbg berikut,” tulis laporan itu.

Baca Juga  Penulis Turki: Hegemoni Barat Tampak di Ambang Kehancuran

Menurut laporan tersebut, Riswan ditangkap berdasarkan laporan polisi No: LP-A/333/VII/2021/SPKT/Polresta Ambon/Polda Maluku, tgl 21 Juli 2021.

Mahasiswa Fisip Unpatti itu disangka melalui akun facebooknya memposting tulisan beserta 2 (dua) gambar/ foto tercantum tulisan yang memuat ujaran kebencian, penghinaan/ pencemaran nama baik, berita bohong pada Hari Rabu, 21 Juli 2021, Pukul 03:17 WIT.

“TINDAK PIDANA:setiap org yg dgn sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yg ditujukan utk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antargolongan (SARA)
dan atau mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dpt diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yg memiliki muatan Penghinaan dan/atau Pencemaran Nama Baik
dan atau menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan, yg dapat menerbitkan keonaran di kalangan rakyat, sdgkn ia patut dapat menyangka bahwa berita atau pemberitahuan itu adlh bohong sbgmn dimaksud dlm Pasal 45A  Ayat (2) dan atau Pasal 45 ayat (3) UU No. 19 Tahun 2016 ttg perubahan kedua atas UU No. 11 Tahun 2008 ttg Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau Pasal 14 ayat (2) UU No. 1 Tahun 1946 ttg Peraturan Hukum Pidana,” tulis laporan tersebut.

Baca Juga  Gelar Trauma Healing untuk Penyintas Gempa Maluku, BNPB Ajak Artis dan Seniman

Laporan tersebut juga menyertakan langkah hukum berupa upaya penyidikan yang telah dilakukan yakni: membuat laporan polisi, melengkapi administrasi penyidikan, pemeriksaan saksi-saksi, penyitaan barang bukti, pemeriksaan ahli bahasa, gelar perkara dan penangkapan tersangka. (tim)