Beredar Kabar KPK Tetapkan Wali Kota Ambon Sebagai Tersangka, Sejumlah Orang Sudah Diperiksa

oleh -1.339 views
Link Banner

Porostimur.com, Ambon – Sejak tadi malam, berhembus isu, Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap oleh KPK.

Isu tersebut kencang berhembus di Kota Ambon, sejak Rabu malam di sejumlah platform media sosial.

Sejumlah pesan pendek yang diterima porostimur.com menyebutkan, Louhenapessy ditetapkan selaku tersangka dalam kasus perizinan outlet Alfamidi di kota Ambon.

Bahkan sejak pagi tadi, sejumlah media online yang berberbasis di kota Ambon pun mulai menurunkan laporan tentang penetapan status tersangka kepada Louhenapessy.

Richard diduga terjerat kasus gratifikasi atau suap persetujuan izin prinsip pembangunan gerai Alfamidi di kota Ambon tahun 2020. 

Namun hingga berita ini diturunkan, lembaga antirasuah itu belum menggelar konferensi pers atau mengeluarkan pernyataan resmi terkait status Louhenapessy.

Baca Juga  Jelang Natura, BI Perwakilan Maluku Imbau Masyarakat Bijak Berbelanja

Juru Bicara KPK RI, Ali Fikri saat dikonfirmasi Kamis (28/4/2022) mengatakan, saat ini Tim KPK masih bekerja, baik memeriksa sejumlah pihak maupun mengumpulkan data.

Ali Fikri berjanji akan menginformasikan lebih lanjut terkait perkembangan isu tersebut secara resmi.

“Jika kegiatan cukup nanti pasti akan kami sampaikan utuh kepada masyarakat. Saat ini tim masih bekerja,” kata Ali Fikri melalui pesan singkatnya.

Dia juga tidak menyebutkan perkara yang disidik KPK terkait dugaan korupsi terhadap Richard.

Ali menegaskan perkara yang ditangani lembaga antirasuah ini telah ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan. “(Perkaranya di tingkat) penyidikan,” kata Ali.

Ali juga mengakui penyidik KPK memeriksa beberapa saksi di sejumlah tempat di kota Ambon. Tetapi dia tidak menyebutkan identitas saksi-saksi yang diperiksa penyidik KPK.

Baca Juga  Walikota Ambon: Bangun Menara Lonceng, Upaya Bina Spiritualitas Masyarakat

“Namun benar ada kegiatan KPK terkait pemeriksaan beberapa pihak di tempat dimaksud,” ujarnya.

Sebagai informasi, Penyidik KPK telah mengagendakan pemeriksaan saksi pada Rabu dan Kamis (28/4/2022). Pemeriksaan berlangsung di Mako Brimob Polda Maluku dan Polresta Pulau Ambon.

Surat panggilan itu ditandatangani Didik Agung Widjanarko, Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK. Didik yang kini menyandang pangkat Brigjen Polri ini adalah mantan Kapolres Pulau Ambon.

Selain Richard, dalam surat panggilan itu tertulis nama Kepala Perwakilan Regional Alfamidi, Amri dan pegawai honorer Pemerintah Kota Ambon Andrew Erin Hehanussa sebagai tersangka.

Dalam surat tersebut dijelaskan Richard diduga bersama sejumlah pihak menerima gratifikasi yang berhubungan dengan jabatannya sebagaimana dimaksud dalam pasal 128B UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2011 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP junto Pasal 65 ayat 1 KUHP.    

Baca Juga  Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Pemkot Gelar Dialog Kebangsaan

Kabar lain menyebutkan, Penyidik KPK pada Rabu (27/4/2022) telah memeriksa sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah di lingkup Pemkot Ambon di Mako Brimob Polda Maluku, kawasan Tantui Ambon.

Mereka yang diperiksa di antaranya Kepala Bappeda Kota Ambon Enrico Mattitaputty, Kepala Dinas PUPR Melianus Latuihamallo. Lalu Kepala Dinas Kesehatan Wendy Pelupessy dan Kepala Dinas Sosial Nurhayati Jasin serta Novy Warela yang merupakan orang dekat Richard. (red)

No More Posts Available.

No more pages to load.