Berkas Kasus Korupsi Dana Pasca Banjir Manado Tahun 2014 Dinyatakan P21

oleh -183 views
Link Banner

Porostimur.com | Manado: Tiga orang tersangka kasus dugaan korupsi dana bantuan pasca banjir bandang Kota Manado pada tahun 2014 dinyatakan tahap P-21.

Penyerahan tersangka dan barang bukti diserahkan Tim Penyidik Satuan Tugas Khusus Penanganan dan Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Korupsi (Satgassus P3TPK) Kejaksaan Agung RI kepada Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Manado, Kamis (16/4/2020) kemarin.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kajati Sulut, Yoni E Mallaka SH mengatakan, tiga tersangka yang diserahkan berinisial MJT selaku Kuasa Pengguna Anggaran,YSR Direktur PT KDK, dan AYH Dirut Operasional.

Ketiga tersangka ini diduga telah melakukan perbuatan korupsi bantuan banjir bandang Kota Manado 2014 dan menyebabkan negara rugi sebesar Rp 8.716.887.612 miliar.

Para tersangka diduga telah menyalahgunakan wewenang dan melawan hukum dalam penggunaan dana hibah dari Pemerintah Pusat yang dianggarkan dalam APBD Kota Manado pada Satuan kerja BPBD Kota Manado.

Baca Juga  Kanwil Kemenag & Disdikbud Maluku Sepakati Hibah SMAN 12

Terhadap ketiga tersangka dikenakan Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 Jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 Jo UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Penyerahan tanggung jawab para tersangka dan Barang Bukti, penahanannya dipantau Kepala Kejaksaan Negeri Manado dan sekaligus membenarkan adanya penyerahan tersangka dan barang bukti dari Tim Satgassus P3TPK Kejaksaan Agung RI kepada Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Manado.

“Selanjutnya Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Manado melakukan penahanan terhadap tiga orang tersangka selama 20 puluh hari di Rutan Malendeng Manado sejak tanggal 16 April – 5 Mei 2020, dengan pertimbangan memudahkan persidangan karena para tersangka akan disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Manado”, tutup Mallaka. (dan)