Bernard Lilihata Latupati Tehoru: Memperjuangkan Keadilan Ekologis Bagi Semua

oleh -592 views

Porostimur.com, Ambon – Bumi terancam rusak atau kini disebut menuju kiamat ekologis. Sebagian karena ulah dan ketamakan manusia. Budaya ugahari atau hidup cukup, tidak dihidupi dengan sungguh-sungguh. Alam dieksploitasi secara brutal akibatnya muncul bencana dimana-mana. Salah satunya adalah ancaman terhadap kehidupan di Kecamatan Tehoru Kabupaten Maluku Tengah.

Paling kurang ada dua peristiwa yang terjadi di wilayah Tehoru akhir-akhir ini. Pertama, penolakan terhadap pemancangan pal kawasan hutan produksi konversi (HPK) oleh Badan Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) di dekat pemukiman penduduk Negeri Hatumete dan perlawanan masyarakat Haya terhadap kehadiran PT Waragona Minerals Pratama dalam eksplorasi pasir garnet (pasir merah).

Terhadap hal ini, Bernard Lilihata, Ketua Latupatti Kecamatan Tehoru yang juga Raja Negeri Hatumete menegaskan sikap bahwa mereka akan terus berjuang untuk mempertahakan pusaka leluhur.

Baca Juga  Pemkot Ternate Didesak Tambah Dua Ambulans Laut di Batang Dua, Hiri dan Moti

“Kami akan mempertahankan milik pusaka sampai tetes darah penghabisan. Kami tidak takut. Demi keadilan dan kebenaran, ” tegasnya.

Ia sendiri bersama seluruh tetua adat dan masyarakat Hetumete telah melaksanakan ritual adat Anapoha Kaitahua yakni ritus sasi tanah adat sebagai bentuk proteksi dan perlawanan kepada siapa-siapa yang hendak merampas tanah leluhur mereka.

No More Posts Available.

No more pages to load.