Bertemu Jokowi, Tokoh Papua Minta Pemekaran hingga Istana Presiden

oleh -56 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Sebanyak 61 tokoh Papua dan Papua Barat hadir dalam silaturahmi bersama Presiden Joko Widodo di Istana Negara. Dalam pertemuan itu, mereka menyampaikan sejumlah aspirasi untuk membangun Papua sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Abisai Rollo, Ketua DPRD Provinsi Papua yang juga hadir sebagai salah satu perwakilan tokoh Papua, menyampaikan sejumlah poin-poin aspirasi dalam rangka membangun Papua ke depannya. Mulai dari usulan pemekaran daerah-daerah hingga pembangunan asrama nusantara di seluruh kota di Indonesia.

“Kita minta pemekaran, kedua pembentukan Badan Nasional Urusan Tanah Papua, ketiga penempatan pejabat eselon satu dan dua di tingkat kementerian dan pembangunan asrama nusantara di seluruh kota, dan menjamin keamanan mahasiswa Papua,” kata Abisai, Selasa (10/9).

Baca Juga  Pangdam Pattimura Motivasi Prajurit yang Ikut Seleksi Satgas Luar Negeri

Abisai juga meminta pemerintah untuk merevisi UU Otonomi Khusus (UU Otsus) dalam Prolegnas 2020, adanya pengangkatan tenaga honorer menjadi ASN, hingga percepatan pembangunan satelit Palapa Ring di Papua.

“Usulan revisi UU Otsus dalam Prolegnas 2020, menerbitkan Inpres untuk pemgangkatan ASN, honorer di Tanah Papua, percepatan Palapa Ring Timur Papua, Bapak Presiden mengesahkan Lembaga Adat Perempuan dan Anak Papua,” lanjutnya.

Presiden Jokowi terima sejumlah perwakilan tokoh Papua dan Papua Barat di Istana Negara. Foto: Fahrian Saleh/kumparan

Tidak hanya itu, mereka juga meminta agar pemerintah dapat membangun Istana Kepresidenan di Papua. Agar ketika Jokowi datang ke Papua bukan hanya sekadar berkunjung, namun sekaligus berkantor di sana.

Hal itu disapaikan oleh Ketua Rombongan Tokoh-tokoh Papua Abisai Rollo.

“Yang terakhir, yang kesepuluh, adalah membangun Istana Presiden RI di Papua, di Ibu Kota Provinsi Papua, di Kota Jayapura,” kata Abisai Rollo.

Baca Juga  7 Film Terbaik Sepanjang Masa Menurut Sutradara Terkenal Dunia

Tak sekedar meminta, bahkan Abisai Rollo juga menyumbangkan tanah 10 hektare untuk pembangunan Istana Presiden tersebut.

“Sehingga perjalanan ke Papua bisa diubah dari berkunjung jadi berkantor di Papua,” tambahnya.

“Kalau Bapak Presiden dengan memindahkan Istana ke Kalimantan, saya juga meminta dengan hormat agar membangun Istana Presiden di Papua, sehingga dalam lima tahun ini Bapak yang berkantor pertama di Istana Presiden di Papua,” pungkasnya.

Menanggapi permintaan dari Abisai Rollo tersebut, Jokowi langsung memberikan tanggapan.

Ia pun menegaskan kembali soal sumbangan tanah yang diberikan sebanyak 10 hektare.

“Untuk Istana Presiden, kendalanya kan tanah, apa benar sudah disiapkan tanahnya? Gratis benar?,” tanya Jokowi sambil tertawa.

Baca Juga  Kontraktor Kabur, Renovasi Gedung DPRD Maluku Tak Rampung

Kemudian tampak ia mendengarkan seseorang berbicara kalau hal itu benar.

Jokowi pun lalu berbincang dengan para menteri di sisi kanannya sebelum kembali menyampaikan tanggapannya.

“Tadi saya bisik-bisik sama para menteri, nanti kalau saya bilang bisa ternyata uangnya tidak ada bagaimana,” katanya.

Ia pun lalu menegaskan kalau keinginan para tokoh Papua itu akan segera terwujud.

“Ya, untuk Istana Presiden di Papua akan mulai kita bangun tahun depan,” tandasnya.

Pernyataan Jokowi itu langsung disambut tepuk tangan oleh para hadirin yang datang (red/kump/kcm/tribun)

Sumber:Kompas TV