Besok Azis Samual Diperiksa Terkait Kasus Pengeroyokan Ketum DPP KNPI

oleh -845 views
Link Banner

Porostimur.com, Jakarta – Polda Metro Jaya menjadwalkan pemanggilan politikus Golkar, Azis Samual, terkait kasus pengeroyokan terhadap Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Haris Pertama.

Dari informasi yang dihimpun, pemanggilan itu berdasarkan Surat Panggilan nomor S.Pgl/1739/II/2022/Ditreskrimum. Dalam panggilan itu, Azis bakal dimintai keterangan dalam kapasitasnya sebagai saksi pada Selasa (1/3/2022) besok.

“Iya dipanggil sebagai saksi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan kepada wartawan, Senin (28/2/2022).

Kendati demikian, Zulpan tak menjelaskan secara rinci ihwal alasan pemanggilan terhadap Azis. Ia hanya menyebut bahwa keterangan Azis diperlukan untuk keperluan proses penyidikan.

“Iya diperlukan makanya dipanggil,” ucap Zulpan.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat mengungkap alasan pemeriksaan politikus senior Partai Golkar Azis Samual.

Baca Juga  Hempas Bad Mood, Lakukan 5 Hal Ini Biar Kamu Good Mood Terus!

Azis diperiksa sebagai saksi dalam kasus pengeroyokan terhadap Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) Haris Pertama.

“Yang pasti kalau dia dipanggil sebagai saksi. Dengan kapasitas saksi sebagai orang yang begini, begini secara KUHP berarti ada kaitannya. Nah itu mah jelas deh,” kata Tubagus saat dikonfirmasi, Senin (28/2/2022).

Dikatakan Tubagus, panggilan sebagai saksi tersebut artinya saksi yang mendengar, mengetahui, melihat suatu peristiwa pidana dan lain sebagainya.

“Kapasitas saksi kan begitu,” ucapnya.

Ditanya mengenai adanya keterkaitan tersangka dengan orang yang menyuruh, Tubagus enggan menjelaskan lebih detail.

“Itu masih penyidikannya yang jelas, dia dibutuhkan keterangan saksi. Nanti keterangan lebih lanjutnya,” ujar Tubagus.

Baca Juga  Real Madrid dan Jurus Ampuh Wing-Backs!

Diketahui, Haris Pertama dikeroyok oleh sejumlah orang di tempat parkir Restoran Garuda, Cikini, Jakarta Pusat pada Senin (21/2/2022).

Setelah dilakukan proses penyelidikan, polisi menangkap tiga tersangka yakni MS, JT, dan SS dengan perannya masing-masing.

Kemudian, satu tersangka berinisial I yang sempat buron akhirnya menyerahkan diri. Dengan demikian, tersisa satu tersangka berinisial H yang masih buron dan dalam upaya pengejaran.

Polisi menyebut para tersangka yang rata-rata berprofesi sebagai debt collector mendapat imbalan uang sebesar Rp1 juta. Namun, sampai saat ini, polisi masih menyelidiki motif dari aksi pengeroyokan ini.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 170 KUHP ayat 2 dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. Sedangkan untuk tersangka SS selaku pemberi perintah turut dikenakan Pasal 55 KUHP Jo Pasal 20 KUHP. (red/cnn-indonesia)