Porostimur.com, Ambon – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Maluku terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan daerah. Kali ini, BI Maluku mengembangkan sistem digital farming untuk ketiga kalinya, dengan lokasi terbaru berada di Dusun Telaga Kodok, Kecamatan Laihitu, Kabupaten Maluku Tengah.
Dua proyek serupa sebelumnya telah sukses diterapkan di Dusun Taeno, Negeri Rumah Tiga, Kota Ambon.
“Terjadi perbedaan yang sangat signifikan antara pertanian konvensional dan digital. Digital farming jauh lebih konsisten karena semua prosesnya diatur melalui sistem, mulai dari temperatur, kelembapan, hingga kebutuhan nutrisi,” ungkap Kepala Perwakilan BI Maluku, Mohamad Latif, saat melakukan kunjungan ke Balai Benih Induk Hortikultura (BBIH), Kamis (17/7/2025).
Menurut Latif, pendekatan ini akan lebih menjamin kualitas dan hasil panen, karena mengurangi ketergantungan pada intuisi atau kebiasaan petani dalam metode tradisional.
Dorong Gerakan Tanam dan Pengendalian Inflasi
Selain pengembangan teknologi, BI Maluku juga aktif dalam program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Tujuannya bukan hanya menanam, tetapi juga mengubah pola pikir masyarakat dari konsumtif menjadi produktif.









