Bijaki PLTD Botang Lomang, Mahasiswa dan Pemuda Audiensi dengan DPRD Halsel

oleh -167 views
Link Banner

Porostimur.com | Labuha: Tiga tahun sudah pembangunan PLTD dilakukan, namun belum juga listrik dapat dinikamti masyarakat Kecamatan Botang Komang, Halmahera Selatan.

Menyikapi hal tersebut, Himpunan Pelajar Mahasiswa Botang Lomang (Hipmabol) Halmahera Selatan menyambangi Komisi I dan Komisi III DPRD Halsel, Kamis (21/1/2021).

Dalam pertemuan itu Hipmabol menghadirkan ketua – ketua pemuda se Botang Lomang yang berlangsung di ruang rapat Komisi III DPRD Halsel.

Kehadiran Himpunan Pelajar Mahasiswa Botang Lamang serta para ketua pemuda zekecamatan tersebut guna mempertanyakan perkembangan PLTD atau Pembangkit Listrik Tenaga Diesel yang sudah dibangun sejak tahun 2017 lalu namun belum berfungsi hingga saat ini.

“Maksud dan tujuan kami datangi DPRD Halsel yakni mempertanyakan progres perkembangan PLTD Botang Lomang yang kini bangunannya sudah rampung dibangun tiga tahun lalu,” ucap Ketua umum Hipmabol di hadapan wakil rakyat.

Baca Juga  Cegah Bertambah Punahnya Bahasa Daerah, Kemendikbud Lakukan Pelindungan Bahasa

Selain itu keterwakilan pemuda se Botang Lomang meminta agar DPRD Halsel dan instansi terkait bisa mencari solusi, sehingga PLTD Botang Lomang bisa diakses listriknya oleh masyarakat di tahun ini sebagaimana harapan warga setempat.

Dalam waktu bersamaan Manejer PLN ULP Cabang Bacan Ibrahim Soleman mengatakan pihaknya hanya menunggu dari PLN pusat dalam pengadaan mesin pembangkit listrik.

“Semua ini karena dari pusat jelas tentu kami di daerah hanya menuggu perintah. Soal kapan dioperasikan terus terang kami belum mengetahui karena semua melalui pemerintah pusat,” tukasnya.

Sedangkan Ketua Komisi III DPRD Halsel Abd. Rahman Hamzah menyampaikan selaku komisi yang menangani soal kelistrikan, di tahun 2020 telah melakukan terobosan ke pemerintah pusat yakni kementrian SDM dengan harapan sembilan titik PLTD yang sudah dibangun pemerintah daerah, dapat direalisasikan oleh pemerintah pusat melalui kementerian terkait.

Baca Juga  Terkait Korupsi Dana MTQ Bursel Rp.9 Miliar, Kejari Panggil Saksi di Sidoarjo

“Ada sembilan titik PLTD di Halmahera Selatan ini sudah kami datangi pemerintah pusat melalui Kementerian SDM. Penjelasan yang kami dapat dari kementerian ada regulasi yang membatasi bahwa belum ada pengadaan tenaga pembangkit listrik diesel,” jelas Abd. Rahman.

Menurutnya dari regulasi (Aturan Baru red) membuat komisinya kewalahan dalam menangani proses kelistrikan di beberapa kecamatan di Halmahera Selatan, salah satunya Kecamatan Botang Lomang.

“Upaya kami terkait kelistrikan ini tidak sampai disini, dengan berharap adanya aturan itu mengecualikan sehingga tidak kami kewalahan dan dapat merealisasikan sembilan titik PLTD di Halmahera Selatan,” pungkasnya.

Abd. Rahman lantas berjanji akan melakukan pertemuan kedua kalinya dengan mahasiswa dan pemuda se Botang Lomang dengan menghadirkan Dinas PUPR selaku instansi yang memiliki hal teknis soal PLTD.

Baca Juga  Anak Anak TPA Al- Iklas, Bantu Warga Bersih Lingkungan Desa Iha

“Biar lebih jelas nanti kita bertemu kembali di hari Senin bersama Dinas PU karena mereka lebih tahu mekanisme tersebut,” tambahnya.

Mendengar hal tersebut mahasiswa dan pemuda Botang Lomang menyepakati agar di pertemuan berikutnya bisa mengetahui kendala PUPR terkait PLTD, khususnya di Kecamatan Botang Lomang.

Hearing tersebut dihadiri Wakil Ketua Komisi I DPRD Halsel, Ketua Komisi III, Sekertaris Komisi I, Direktur PLN Cabang Bacan, serta mahasiswa dan pemuda Botang Lomang. (adhy)